Seperti kejadian di Jalan Raya Pasirian, akhir pekan kemarin. Sebuah unggahan video dari akun Sufyan Abi ramai dikomentari. Dalam unggahan tersebut terlihat salah satu warga di atas tangga aluminium sedang menebang pohon dengan gergaji mesin. Di luar dugaan, pohon yang ditebang dan jatuh di sebelah sisinya tersebut mengenai tangga. Sehingga tangga menjadi bengkok dan warga yang menebang ikut terjatuh dari tangga.
"Kok iso seh, ndak dikirakno rubuhe nang ndi ngeplek e nang endi, kekuatan tarikane sak piro. Roboh pucuk nang endi, tibo bongkot nang ndi, terus kiro-kiro pucuk e bongkot meree opoan terus pindah walik e sak piro (sesuai besar dan beban kayu). Kan kudu diperitungno," tulis akun Jaka Berkelana yang kesal melihat unggahan video tersebut. Sebab, menurutnya, penebang harus memperhitungkan dan memperhatikan sebelum dan sesudah penebangan.
Sementara itu, banyak akun berkomentar untuk menghentikan aktivitas tersebut. Sebab, saat penebangan berlangsung, suara lantunan tarkhim terdengar. "Ncen gak krungu azan diterusno ae," tulis Wahyu Lar Ndableck. Senada dengannya, akun Putra Klana ikut berkomentar. "Seharusnya berhenti bunyikan mesin karena sudah mau masuk panggilan azan," komentarnya.
Sedangkan AR Ardin berkomentar bahwa hal tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Demi uang tambahan buat keluarga, sore disanggupi. Padahal sudah sehari gergaji di lokasi tebangan," tulisnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer :
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri