alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Puluhan Desa di Lumajang Beralih Status Jadi Mandiri, Tapi Minim Apresiasi

Keberhasilan beberapa desa meningkatkan status indeks desa membangun (IDM) menjadi desa mandiri rupanya tidak sepenuhnya diapresiasi oleh Pemkab Lumajang. Berbeda dengan pemprov yang telah mengalokasikan dukungan program sebesar juta.

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peningkatan status kategori desa sedikit banyak disebabkan oleh perbedaan indikator pengukuran data IDM tahun ini. Perbedaan penilaian itulah yang akhirnya bisa mendongkrak sepuluh desa naik kasta. Sebelumnya, ada yang menduduki kategori desa berkembang beralih menjadi desa maju, kemudian dari desa maju kini berganti status menjadi desa mandiri.

Misalnya sepanjang tahun 2018 hingga 2020, tak satu pun desa di Lumajang menjadi desa mandiri. Namun, sekarang sembilan desa pada tahun 2020 yang berada di kategori desa maju bergeser menjadi desa mandiri. Sementara, satu desa yang mulanya di kategori desa berkembang lambat statusnya menjadi desa mandiri.

Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Lumajang Siti Mubarokah mengatakan, sepuluh desa mandiri itu telah mendukung pemprov menduduki peringkat pertama dalam status kemajuan dan kemandirian desa se-Indonesia. Karenanya, sebagai bentuk apresiasi, pemprov mengalokasikan tambahan anggaran di desa.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Ada 151 desa se-Jawa Timur yang jadi desa mandiri. Makanya pemprov memberikan Program Desa Berdaya sebesar Rp 15,1 miliar. Kalau misalkan dihitung sederhana, berarti kan satu desa itu, selain dapat DD rutin setiap tahun, juga dapat apresiasi dari pemprov sebesar seratus juta dalam bentuk Program Desa Berdaya,” katanya.

Harapannya, perhatian itu dapat juga dilakukan oleh Pemkab Lumajang. Tujuannya untuk mendorong desa-desa lainnya agar segera meningkatkan pembangunan masing-masing. “Kalau dulu desa yang tertinggal dapat dukungan untuk mentas. Sekarang dibalik. Desa mana yang baik, akan dapat banyak program,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib mengatakan, perencanaan anggaran tahun lalu memang belum mengakomodasi dukungan anggaran pada desa-desa yang mandiri. Untuk itu, tahun ini belum ada anggaran untuk mengapresiasi desa-desa itu.

“Beda lagi kalau tahun depan. Masih kami konsultasikan bagaimana bentuk apresiasi itu. Semoga desa-desa lainnya bisa segera menyusul, karena itu target yang harus dicapai. Karena dengan begitu dapat meningkatkan SDM dan lainnya,” pungkasnya.

 

 

Tukum dan Sumbermujur Tolak Perubahan

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peningkatan status kategori desa sedikit banyak disebabkan oleh perbedaan indikator pengukuran data IDM tahun ini. Perbedaan penilaian itulah yang akhirnya bisa mendongkrak sepuluh desa naik kasta. Sebelumnya, ada yang menduduki kategori desa berkembang beralih menjadi desa maju, kemudian dari desa maju kini berganti status menjadi desa mandiri.

Misalnya sepanjang tahun 2018 hingga 2020, tak satu pun desa di Lumajang menjadi desa mandiri. Namun, sekarang sembilan desa pada tahun 2020 yang berada di kategori desa maju bergeser menjadi desa mandiri. Sementara, satu desa yang mulanya di kategori desa berkembang lambat statusnya menjadi desa mandiri.

Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Lumajang Siti Mubarokah mengatakan, sepuluh desa mandiri itu telah mendukung pemprov menduduki peringkat pertama dalam status kemajuan dan kemandirian desa se-Indonesia. Karenanya, sebagai bentuk apresiasi, pemprov mengalokasikan tambahan anggaran di desa.

“Ada 151 desa se-Jawa Timur yang jadi desa mandiri. Makanya pemprov memberikan Program Desa Berdaya sebesar Rp 15,1 miliar. Kalau misalkan dihitung sederhana, berarti kan satu desa itu, selain dapat DD rutin setiap tahun, juga dapat apresiasi dari pemprov sebesar seratus juta dalam bentuk Program Desa Berdaya,” katanya.

Harapannya, perhatian itu dapat juga dilakukan oleh Pemkab Lumajang. Tujuannya untuk mendorong desa-desa lainnya agar segera meningkatkan pembangunan masing-masing. “Kalau dulu desa yang tertinggal dapat dukungan untuk mentas. Sekarang dibalik. Desa mana yang baik, akan dapat banyak program,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib mengatakan, perencanaan anggaran tahun lalu memang belum mengakomodasi dukungan anggaran pada desa-desa yang mandiri. Untuk itu, tahun ini belum ada anggaran untuk mengapresiasi desa-desa itu.

“Beda lagi kalau tahun depan. Masih kami konsultasikan bagaimana bentuk apresiasi itu. Semoga desa-desa lainnya bisa segera menyusul, karena itu target yang harus dicapai. Karena dengan begitu dapat meningkatkan SDM dan lainnya,” pungkasnya.

 

 

Tukum dan Sumbermujur Tolak Perubahan

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Peningkatan status kategori desa sedikit banyak disebabkan oleh perbedaan indikator pengukuran data IDM tahun ini. Perbedaan penilaian itulah yang akhirnya bisa mendongkrak sepuluh desa naik kasta. Sebelumnya, ada yang menduduki kategori desa berkembang beralih menjadi desa maju, kemudian dari desa maju kini berganti status menjadi desa mandiri.

Misalnya sepanjang tahun 2018 hingga 2020, tak satu pun desa di Lumajang menjadi desa mandiri. Namun, sekarang sembilan desa pada tahun 2020 yang berada di kategori desa maju bergeser menjadi desa mandiri. Sementara, satu desa yang mulanya di kategori desa berkembang lambat statusnya menjadi desa mandiri.

Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Lumajang Siti Mubarokah mengatakan, sepuluh desa mandiri itu telah mendukung pemprov menduduki peringkat pertama dalam status kemajuan dan kemandirian desa se-Indonesia. Karenanya, sebagai bentuk apresiasi, pemprov mengalokasikan tambahan anggaran di desa.

“Ada 151 desa se-Jawa Timur yang jadi desa mandiri. Makanya pemprov memberikan Program Desa Berdaya sebesar Rp 15,1 miliar. Kalau misalkan dihitung sederhana, berarti kan satu desa itu, selain dapat DD rutin setiap tahun, juga dapat apresiasi dari pemprov sebesar seratus juta dalam bentuk Program Desa Berdaya,” katanya.

Harapannya, perhatian itu dapat juga dilakukan oleh Pemkab Lumajang. Tujuannya untuk mendorong desa-desa lainnya agar segera meningkatkan pembangunan masing-masing. “Kalau dulu desa yang tertinggal dapat dukungan untuk mentas. Sekarang dibalik. Desa mana yang baik, akan dapat banyak program,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lumajang Mustajib mengatakan, perencanaan anggaran tahun lalu memang belum mengakomodasi dukungan anggaran pada desa-desa yang mandiri. Untuk itu, tahun ini belum ada anggaran untuk mengapresiasi desa-desa itu.

“Beda lagi kalau tahun depan. Masih kami konsultasikan bagaimana bentuk apresiasi itu. Semoga desa-desa lainnya bisa segera menyusul, karena itu target yang harus dicapai. Karena dengan begitu dapat meningkatkan SDM dan lainnya,” pungkasnya.

 

 

Tukum dan Sumbermujur Tolak Perubahan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/