Sekitar pukul 10.00, kali pertama sampai, Cak Thoriq langsung melihat lokasi perbaikan bangunan amphitheater yang berada di sekitar Ranupani. Kemudian, berjalan kaki menyusuri menuju Ranugelo. Di sana, Cak Thoriq memastikan perbaikan pada sejumlah fasilitas untuk kenyamanan pengunjung yang berwisata.
"Ada beberapa infrastruktur yang sedang kami persiapkan, amphitheater, penataan Ranuregulo. Tentu infrastruktur ini masih membutuhkan tambahan intervensi dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kami dalam waktu dekat akan melakukan penataan pokdarwis dengan seluruh pemerintah desa," ujarnya.
Khusus untuk perbaikan amphitheater, rencananya bakal ditarget selesai bulan September depan. Beberapa bangunan yang kurang layak bakal dibangun ulang. Termasuk menambah beberapa fasilitas supaya bisa menampung pengunjung ketika diselenggarakan event nasional maupun internasional.
Cak Thoriq mengaku bersyukur karena Lumajang masih dipercaya sebagai pilot project perhutanan sosial. Karena itu, pihaknya berusaha melakukan penataan secara tepat supaya Ranupani dapat dikelola dengan baik. Termasuk mendorong pemerintah setempat untuk melibatkan masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan.
"Ini sekarang Ranupani 50 besar dan target kami masuk 10 besar. Ada beberapa hal yang kami benahi. Pertama infrastruktur, SDM, pemeliharaan berkelanjutan yang seharusnya dilakukan dengan masyarakat setempat. Karena, begitu masyarakat terlibat, saya optimis itu akan menjadi daya tarik Ranupani," pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri