Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Setiap Desa di Lumajang Wajib Sediakan Rumah Isolasi Terpusat

Safitri • Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:31 WIB
CEK KESIAPAN: Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati memeriksa kesiapan pasukan apel pemindahan isoman ke isoter di Alun-Alun Lumajang, kemarin. Kini, setiap desa wajib menyediakan rumah isoter bagi pasien Covid-19.
CEK KESIAPAN: Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati memeriksa kesiapan pasukan apel pemindahan isoman ke isoter di Alun-Alun Lumajang, kemarin. Kini, setiap desa wajib menyediakan rumah isoter bagi pasien Covid-19.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Isolasi terpusat (isoter) bagi warga yang terpapar korona dan menjalani isolasi mandiri (isoman) tidak lagi ditempatkan di kawasan kota. Mulai hari ini, mereka tidak perlu jauh-jauh datang ke kota. Sebab, setiap kecamatan dan desa akan menyiapkan satu bangunan khusus isoter.

Petugas gabungan, Tim Covid Hunter, dan pemerintah kecamatan serta desa akan memindahkan pasien isoman ke isoter secara bertahap. Namun, hal itu menunggu kesiapan masing-masing desa. Sebab, mereka wajib menyiapkan hal itu untuk warganya. Terutama pasien isoman yang bandel, ibu hamil, dan lansia.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, fasilitas isoter tersebut disiapkan di masing-masing desa. Mereka wajib menyiapkan gedung kosong untuk isoter. Ruangan tersebut juga dilengkapi dengan tempat tidur dan diisi fasilitas lainnya. “Kami mengimbau setiap desa menyiapkan ruangan kosong untuk warganya. Terutama warga tidak mampu saat melakukan isolasi mandiri,” katanya.

Ketidakmampuan itu, lanjut Bunda Indah, juga termasuk ketidakberdayaan secara ekonomi dan fisik. Mereka yang hidup sendirian tanpa sanak keluarga juga diwajibkan isoter. “Artinya, mereka bisa dirawat dengan baik oleh desa kalau punya satu rumah isoter. Letaknya juga tidak jauh dari rumah. Kalau ditempatkan di kecamatan atau kabupaten, bisa jadi malah tambah. Dan wajib menjadi perhatian khusus adalah lansia dan ibu hamil. Terutama mereka yang tidak mampu secara ekonomi,” lanjutnya.

Bunda berharap petugas yang akan memindahkan warga isoman ke isoter bisa bekerja secara humanis. Jika terpaksa dilakukan pemindahan dengan tegas untuk warga yang bandel, pihaknya meminta agar diberikan edukasi yang baik. “Pemaksaan itu alternatif terakhir bagi yang bandel. Penanganan tetap tegas, tetapi humanis. Masyarakat sudah lelah dengan keadaan seperti ini. Jangan membuat emosi mereka memuncak,” harapnya.

Senada dengan wabup, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti siap menerjunkan personel untuk membantu pemindahan warga isoman ke isoter. Sebab, isoter merupakan kebijakan baru. Tentu hal tersebut menjadi berat. Oleh sebab itu, pihak kecamatan bisa memfasilitasi isoter representatif.

Forkopimcam tidak bekerja sendiri. Setelah apel, segera lakukan koordinasi dengan desa dan dusun untuk realisasi ini. Kalau ada warga yang bandel, kami dari Polri dan TNI siap menjemput paksa mereka agar dipindah ke isoter. Kami ingin, pekan ini isoter itu penuh. Prioritas untuk warga tidak mampu dan mereka yang bandel agar bisa dijaga dan diawasi bersama-sama,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Lumajang