Wisata air dadakan, begitulah warga menyebutnya. Sebab, bencana banjir yang menggenangi kawasan tersebut menjadi tempat wisata. Anak-anak asik berenang dan bermain air bersama teman sebaya mereka. Sedangkan para orang tua memantau aktivitas anaknya. Selain itu, mereka memanfaatkan air untuk mencuci motor.
Zainul Arifin, salah satu warga Sukorejo, mengatakan, dia rela datang bersama anaknya yang masih balita. Sebab, anaknya merengek ingin melihat wisata baru tersebut. Saat di lokasi banjir, anaknya turun dari motor dan bermain air. “Anak saya ingin lihat banjir. Sekarang dia senang bisa bermain air,” katanya.
Wisata dadakan tersebut juga dimanfaatkan sejumlah penjual jajanan keliling. Mulai dari penjual cilot, sempol, sosis, hingga bakso. Hal tersebut sangat menguntungkan. Sebab, hasil berjualan di kawasan tersebut bisa dua kali lipat. “Bagi saya ini berkah, karena pendapatan melimpah,” kata Poniyah, salah satu penjual pentol.
Sementara itu, Eko Nurhadi, Kepala Desa Darungan, mengatakan bahwa musibah tersebut merugikan sekaligus menguntungkan. Bagi warga terdampak, aktivitas mereka terhalang dan sangat membutuhkan bantuan. Namun, bagi para penjual, hal tersebut menjadi keuntungan. Sebab, mereka yang datang akan membeli jajanan. “Itu jadi tambahan penghasilan penjual,” pungkasnya. Editor : Safitri