Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Fenomena Upwelling di Ranu Klakah

Radar Digital • Sabtu, 1 Agustus 2020 | 02:47 WIB
POTENSI EKONOMI WARGA: Keramba di Ranu Klakah ini sudah puluhan tahun sangat membantu perekonomian warga sekitar. Fenomena upwelling, membuat pengelola keramba harus waspada atau panen ikan lebih awal.
POTENSI EKONOMI WARGA: Keramba di Ranu Klakah ini sudah puluhan tahun sangat membantu perekonomian warga sekitar. Fenomena upwelling, membuat pengelola keramba harus waspada atau panen ikan lebih awal.
KLAKAH, Radar Semeru - Fenomena peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sangat berpengaruh terhadap suhu dan cuaca. Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan tekanan suhu yang rendah di udara. Namun juga terjadi di dalam air. Faktor tersebut salah satu yang melatar belakangi adanya fenomena upwelling.

Terpengaruhnya ekosistem sangat terlihat terhadap Danau Klakah. Salah satu dampak yang jelas adalah banyaknya ikan keramba milik warga yang mati. "Kalo sudah mati pasti rugi. Ikan tidak bisa dijual ke luar kota, untuk ikan konsumsi bisa diolah. Namun kalo ikan hias terpaksa rugi, makanya harus cepat dipanen sebelum terjadi," ujar Sahroni warga Desa Kudus Kecamatan Klakah.

Dia mengaku bukan pemilik keramba. Namun hanya sebagai kerabat yang ikut bekerja membantu. Ada banyak varietas ikan yang hidup di keramba tersebut. Salah satu jenis ikan yang terkenal adalah Ikan Koi. Sedangkan untuk ikan konsumsi adalah Ikan Nila, Mujair, dan Gabus.

Sementara Kasi Produksi dan Usaha Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Lumajang, Joko Sulistyono menjelaskan, bahwa fenomena upwelling tersebut adalah pergerakan massa air secara vertikal. Fenomena ini ditandai dengan ikan yang mulai mabuk atau mengambang di permukaan danau.

Kondisi seperti upwelling tersebut membuat petani keramba  harus memanen ikan lebih awal. Dia juga mengungkapkan, bahwa sebagian pemilik keramba sudah ada yang mengantisipasi fenomena upwelling tersebut. Sehingga tidak terlalu merugi.

Dia juga menjelaskan, proses kerja fenomena alam adalah karena perbedaan suhu dan tekanan angin. Sehingga mengakibatkan massa air lapisan bawah naik ke atas. Air yang naik, bergerak secara vertikal dan membawa muatan seperti material belerang dan zat mematikan yang lain. "Akibatnya biota hidup seperti ikan bisa mati," pungkasnya. (raa/hdi) Editor : Radar Digital
#Wisata