Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Buka Kawasan Wisata Hutan Bambu

Radar Digital • Senin, 20 Juli 2020 | 13:42 WIB
Dok Radar Semeru
Dok Radar Semeru
SUMBER MUJUR.RADARJEMBER.ID – Obyek Wisata Alam Hutan Bambu yang berada di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, akhirnya kembali dibuka. Tempat yang pernah dipakai syuting film berjudul Perempuan Tanah Jahanam ini kini sudah rampung dibersihkan oleh anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) desa setempat yang tergabung dalam Heppiii Community Lumajang.
Wisata Alam Hutan Bambu Desa Sumber Mujur yang desanya masuk dalam Heppiii Community ini mulai menggeliat lagi sejak dua pekan terakhir. Tempat wisata alam tersebut dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti pengunjung harus menggunakan masker dan tetap menjaga jarak.
“Efektifnya baru seminggu ini, karena seminggu pertama kami gunakan untuk bersih-bersih lokasi wisata,” kata Kepala Dusun Umbul Sari, Desa Sumber Mujur, Rudi Mulyono
Pria yang juga merupakan Bendahara Pokdakwis ini menambahkan, tempat wisata ini sangat asri. Daya tarik utama obyek wisata ini adalah pemandangan ribuan bambu yang eksotis. Selain itu, tempat wisata tersebut juga dihuni oleh kera yang membuat lokasi ini semakin alami. “Pengunjung bisa berinteraksi dengan kera, seperti memberi makan,” imbuhnya.
Kawasan wisata ini semakin lengkap berkat adanya sumber air abadi. Sumber air tersebut juga menjadi konsumsi masyarakat dan mengairi area pertanian ini sangat jernih dan bersih. Adanya sumber air itulah kemudian menjadi sumber air kolam renang bagi pengunjung.

Photo
Photo

“Setiap pengunjung yang datang pasti akan rindu dengan keindahan hutan bambu dan permainan air di sini. Alam yang indah inilah yang terus kami rawat untuk kesejahteraan warga," ungkap Rudi.
Upaya untuk menjaga kawasan ini terus dilakukan oleh pokdarwis. Warga di desa yang tergabung dalam Heppiii Community ini juga diberdayakan. “Di hari biasa ada 12 orang yang bekerja, sementara hari Minggu dan hari besar bisa 40 sampai 60 orang," urainya.
Untuk menimati pemandangan hutan bambu tersebut, pengunjung dewasa cukup merogoh kocek seharga Rp 5 ribu dan anak-anak Rp 3 ribu untuk tiket masuk. Untuk parkir sepeda motor Rp 3 ribu, sedangkan mobil Rp 5 ribu. “Jumlah pengunjung tergantung hari. Sebelum ada korona setiap hari bisa sampai 12 ribuan wisatawan,” katanya.
Pengunjung lokasi wisata ini masih didominasi wilayah Tapal Kuda seperti Probolinggo, Banyuwangi, Jember, Pasuruan, serta Malang. Obyek wisata yang mulai dirintis tahun 2014 ini semakin hari makin dikenal di kawasan Jawa Timur. (kl) Editor : Radar Digital