Radar Jember – Diet selama kehamilan masih sering disalahartikan sebagai mengurangi porsi makan.
Padahal, ibu hamil tetap harus memenuhi kebutuhan nutrisi demi mendukung pertumbuhan janin, yang perlu diubah bukan jumlah makanannya, melainkan jenis makanan yang dikonsumsi.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSU Unmuh Jember, dr. Dewi Ayu Astari Paramita, Sp.OG, menjelaskan bahwa ibu hamil yang perlu mengendalikan berat badan tidak dianjurkan membatasi porsi makan.
Menurutnya, diet saat hamil berarti menghentikan konsumsi makanan yang tidak dibutuhkan tubuh. "Kalau untuk ibu hamil, diet itu bukan mengurangi porsi makan, tetapi memilih apa yang dimakan," ujarnya.
Ada tiga kelompok makanan yang sebaiknya dibatasi, yakni makanan dan minuman tinggi gula, makanan berbahan dasar tepung seperti kerupuk, mie, dan roti, serta makanan yang digoreng dengan banyak minyak.
Sebaliknya, kebutuhan protein hewani tetap harus dipenuhi karena berperan penting dalam pertumbuhan janin.
Dewi juga meluruskan anggapan bahwa ibu hamil harus makan untuk dua orang. Menurutnya, tambahan kebutuhan energi pada trimester kedua dan ketiga hanya sekitar 300 hingga 500 kalori per hari.
Tambahan tersebut sebaiknya berasal dari makanan bergizi, seperti protein, sayur, buah, dan karbohidrat seimbang, bukan camilan tinggi gula maupun lemak.
Baca Juga: Sering Dikira Migrain atau Sakit Telinga, Ternyata Sumber Masalahnya Ada di Sendi Rahang Anda
Selain menjaga pola makan, ibu hamil dianjurkan rutin berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu. Langkah sederhana seperti berjalan kaki sudah cukup membantu menjaga berat badan tetap ideal sekaligus mendukung kehamilan yang sehat.
"Jangan menunggu terlambat. Perbaiki pola makan dan biasakan olahraga sejak awal, bahkan sebelum merencanakan kehamilan," pungkasnya. (dhi/bud)
Editor : Imron Hidayatullahh