Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Campak Saat Silaturahmi Lebaran: Dokter Anak RSU Unmuh Jember Ingatkan Bahaya Droplet di Keramaian

M Adhi Surya • Rabu, 18 Maret 2026 | 06:25 WIB
“Pastikan imunisasi anak sudah lengkap agar terlindungi dari campak saat mobilitas tinggi jelang lebaran.” dr FIQI ISNAINI NURUL HIKMAH SpA, Dokter Spesialis Anak RSU Unmuh Jember. (HUMAS UNMUH JEMBER)
“Pastikan imunisasi anak sudah lengkap agar terlindungi dari campak saat mobilitas tinggi jelang lebaran.” dr FIQI ISNAINI NURUL HIKMAH SpA, Dokter Spesialis Anak RSU Unmuh Jember. (HUMAS UNMUH JEMBER)

Radar Jember - Silaturahmi Lebaran identik dengan kunjungan dari rumah ke rumah. Namun, di balik tradisi tersebut ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.

Terlebih terjadi meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran berpotensi mempercepat penyebaran penyakit menular, salah satunya campak.

Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, dr Fiqi Isnaini Nurul Hikmah SpA mengingatkan, orang tua agar lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit tersebut. 

Baca Juga: Begini Kata Kapolda Jatim Usai Tragedi Ledakan Masjid di Jember

Terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi campak secara lengkap.

Menurutnya, campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat mudah menular.

Penyakit ini disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus yang dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau bernapas di dekat orang lain. 

“Campak bisa menular sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul,” jelasnya.

Karena itu, seseorang dapat menularkan virus campak meskipun belum terlihat mengalami gejala ruam.

Baca Juga: Dorong Pemerataan Perbaikan Jalan, Begini Komentar Anggota Komisi C DPRD Jember

Ia menjelaskan, gejala awal campak biasanya diawali dengan demam tinggi yang disertai batuk dan pilek. Selain itu, penderita juga kerap mengalami mata merah atau berair.

Setelah tiga hingga empat hari demam, biasanya muncul ruam kemerahan pada kulit.

“Ruam muncul dari belakang telinga atau kepala, kemudian menyebar ke wajah, badan, hingga seluruh anggota tubuh. Dalam beberapa hari ruam akan menggelap lalu memudar,” ungkapnya.

Risiko penularan meningkat jika seseorang memiliki riwayat kontak dengan penderita sekitar 10 hingga 12 hari sebelum gejala muncul.

Jika anak menunjukkan tanda-tanda tersebut, maka orang tua dianjurkan segera memeriksakan ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan lebih cepat.

Ia menegaskan bahwa imunisasi menjadi langkah pencegahan paling efektif untuk melindungi anak dari campak.

Baca Juga: Kualitas Gabah Terancam Cuaca Ekstrem, Bulog Jember Ingatkan Petani Panen di Atas Pukul 09.00

Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan selama momen Lebaran, seperti memakai masker di tempat ramai, rajin mencuci tangan, serta menghindari kebiasaan menyentuh atau mencium bayi saat bersilaturahmi.

“Pastikan imunisasi anak sudah lengkap agar terlindungi dari campak saat mobilitas tinggi jelang lebaran,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Lebaran #penyakit menular #Unmuh Jember #risiko kesehatan #Kesehatan #campak