Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Malas Gerak! Dokter Spesialis Paru Unmuh Jember Sebut Aktivitas Fisik Optimalkan Detokssifikasi Saat Puasa

M Adhi Surya • Rabu, 11 Maret 2026 | 03:00 WIB

“Justru dengan aktivitas yang tepat, tubuh bisa tetap bugar dan proses detoks alami bisa berjalan lebih optimal selama Ramadan.” dr WAHYU AGUNG PURNOMO, Dokter Spesialis Paru RSU Unmuh Jember. 
“Justru dengan aktivitas yang tepat, tubuh bisa tetap bugar dan proses detoks alami bisa berjalan lebih optimal selama Ramadan.” dr WAHYU AGUNG PURNOMO, Dokter Spesialis Paru RSU Unmuh Jember. 

Radar Jember - Puasa kerap dipandang sebagai waktu untuk mengurangi aktivitas fisik.

Padahal, jika dijalani dengan tepat, maka ibadah tersebut justru dapat menjadi momen alami bagi tubuh untuk melakukan proses detoksifikasi.

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember, dr Wahyu Agung Purnomo, menjelaskan bahwa puasa tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap bergerak atau berolahraga.

Aktivitas fisik masih aman dilakukan selama dilakukan dengan cara yang tepat.

Menurutnya, ketika berpuasa tubuh mengalami penurunan asupan glukosa yang biasanya menjadi sumber energi utama. Kondisi itu membuat sebagian orang merasa cepat lelah.

Padahal, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik agar metabolisme berjalan optimal. “Olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan. Yang penting memperhatikan prinsip 3T, yakni type, timing, term, and condition,” ujarnya.

Type berkaitan dengan pemilihan jenis olahraga. Ia menyarankan masyarakat memilih aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang agar tubuh tidak terbebani.

Jalan kaki santai, bersepeda, hingga yoga menjadi beberapa pilihan yang relatif aman dilakukan selama puasa.

Selain jenis olahraga, waktu pelaksanaan juga perlu diperhatikan. Untuk aktivitas ringan hingga sedang, waktu yang cukup ideal adalah setelah sahur di pagi hari atau menjelang waktu berbuka puasa di sore hari.

“Kalau olahraga dengan intensitas lebih berat, sebaiknya dilakukan minimal dua jam setelah berbuka puasa agar tubuh sudah mendapatkan kembali asupan energi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

Bagi orang dengan riwayat penyakit tertentu, konsultasi dengan tenaga medis menjadi langkah penting sebelum memutuskan berolahraga saat puasa.

Selain aktivitas fisik, kebutuhan cairan dan nutrisi juga harus dijaga. Selama puasa, tubuh lebih rentan mengalami kekurangan cairan karena waktu minum terbatas.

Karena itu, kebutuhan air minimal dua liter per hari tetap harus dipenuhi dengan membaginya saat berbuka, malam hari, dan sahur.

Asupan makanan pun perlu diperhatikan. Menu berbuka dan sahur sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta vitamin dan mineral.

Kombinasi tersebut membantu menjaga energi sekaligus mempertahankan massa otot. “Justru dengan aktivitas yang tepat, tubuh bisa tetap bugar dan proses detoks alami bisa berjalan lebih optimal selama Ramadan,” pungkasnya. (dhi/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#puasa bugar #puasa #Unmuh Jember #aktivitas fisik