Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sisa Gula Saat Sahur Jadi Pemicu Napas Tak Sedap, Dokter Gigi Rolas Medika Jember Bagikan Tips Mulut Segar Selama Puasa

M Adhi Surya • Kamis, 26 Februari 2026 | 04:00 WIB

“Kebersihan gigi dan sisa makanan atau minuman manis yang tertinggal juga sangat berpengaruh pada bau mulut saat puasa.” drg HINDUN MARDIYANA, Dokter Gigi dan Vice President (VP) Operasi PT Rolas Nusa
“Kebersihan gigi dan sisa makanan atau minuman manis yang tertinggal juga sangat berpengaruh pada bau mulut saat puasa.” drg HINDUN MARDIYANA, Dokter Gigi dan Vice President (VP) Operasi PT Rolas Nusa

Radar Jember - Kebiasaan menikmati makanan dan minuman manis saat sahur, terutama menjelang imsak, masih menjadi kebiasaan sebagian masyarakat.

Teh hangat bergula, sirup, roti cokelat, kopi manis, hingga aneka kue kerap menjadi pilihan karena praktis dan terasa cepat mengenyangkan.

Padahal, di balik rasa manis tersebut tersimpan risiko bagi kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa.

Dokter gigi sekaligus Vice President (VP) Operasi PT Rolas Nusantara Medika, drg Hindun Mardiyana, mengingatkan bahwa konsumsi gula berlebih sebelum imsak dapat berdampak cukup besar.

Setelah waktu imsak tiba, seseorang tidak lagi bisa minum atau menyikat gigi hingga waktu berbuka.

Artinya, sisa gula yang menempel di gigi akan bertahan lama di dalam rongga mulut. Menurutnya, manis-manis menjadi sumber makanan utama bagi bakteri.

Ketika bakteri memecah gula, terbentuklah asam yang perlahan mengikis lapisan enamel gigi. Jika kondisi ini terjadi berulang, maka risiko gigi berlubang semakin tinggi.

Apalagi saat puasa, produksi air liur cenderung menurun. Sehingga kemampuan alami mulut untuk membersihkan sisa makanan ikut berkurang.

Selain memicu karies, kebiasaan mengonsumsi makanan manis jelang imsak juga dapat menyebabkan bau mulut atau halitosis.

Mulut yang kering membuat bakteri berkembang lebih cepat. Sisa makanan yang tertinggal akan menghasilkan senyawa berbau tak sedap.

“Kebersihan gigi dan sisa makanan atau minuman manis yang tertinggal juga sangat berpengaruh pada bau mulut saat puasa,” ujarnya.

Untuk mencegah hal tersebut, drg Hindun menyarankan, agar membatasi konsumsi makanan manis saat sahur.

Pilih menu seimbang yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks agar energi bertahan lebih lama tanpa harus bergantung pada gula berlebih.

Ia juga menekankan pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, yakni setelah makan sahur sebelum imsak dan sebelum tidur pada malam hari.

Gunakan pasta gigi berfluoride guna membantu memperkuat enamel dan mencegah gigi berlubang.

Selain itu, perbanyak minum air putih saat berbuka dan sahur agar kelembapan mulut tetap terjaga.

Dia juga menganjurkan memeriksakan kondisi gigi serta membersihkan karang gigi ke dokter gigi.

Dengan langkah sederhana tersebut, ibadah puasa dapat dijalani lebih nyaman tanpa gangguan kesehatan gigi dan mulut. (dhi/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#puasa #PT Rolas Medika Nusantara #kesehatan gigi dan mulut #sahur #imsak