KALIWATES, Radar Jember - Gebrakan nyata mulai diambil Pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani krisis kesehatan yang telah berlangsung selama satu dekade terakhir.
Bupati Jember Muhammad Fawait, secara resmi meluncurkan gerakan terpadu yang melibatkan seluruh elemen aparatur negara untuk memangkas angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI-AKB) yang masih menjadi rapor merah di Jawa Timur.
Dalam pernyataannya, Bupati Fawait mengungkapkan keprihatinannya atas data sepuluh tahun terakhir yang menunjukkan angka stunting di Jember selalu menduduki posisi puncak di Jawa Timur tanpa perubahan signifikan.
Baca Juga: Dana Desa Dipangkas 60 Persen, Gus Fawait Tegaskan ADD Jember Tak Dikurangi Seperak Pun
Ia menyebut situasi ini bukan sekadar masalah kesehatan biasa, tapi ancaman serius bagi masa depan daerah.
"Saya anggap ini adalah semacam bencana atau krisis. Kalau mau kita biarkan, ini mengancam generasi penerus bangsa, terutama di Kabupaten Jember," katanya, seusai simbolis penerjunan 1.200 tenaga kesehatan, di GOR Kaliwates, Jember, (27/01).
Gus Fawait, menyoroti kegagalan di masa lalu yang disebabkan oleh pola kerja yang terpecah-pecah.
Menurut dia, selama ini, Kepala Puskesmas, Camat, Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, hingga OPD terkait, dinilai berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang padu.
Ia juga memastikan bahwa mulai tahun 2026, manajemen anggaran dan perencanaan akan dilakukan secara utuh.
Langkah ini diambil untuk menghindari pemborosan dana yang selama ini hanya habis untuk kegiatan seremonial, seperti seminar dan pelatihan.
"Tidak boleh lagi terpecah-pecah seperti tahun-tahun yang dahulu. Akibatnya apa? Enggak bisa turunkan stunting, AKI, AKB. Seminar terus, pelatihan terus," sentil Gus Fawait
Melalui gerakan baru ini, Jember membentuk Satgas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang bersifat lintas sektoral.
Satgas ini tidak hanya melibatkan tenaga kesehatan, tetapi juga penyuluh KB, Camat, hingga pengawas dan kepala sekolah. "Bahkan, TNI dan Polri akan segera dilibatkan untuk memastikan gerakan ini menyentuh hingga akar rumput," tambah Gus Fawait. (mau)
Editor : M. Ainul Budi