Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

FK Unair dan Laskar Jember Edukasi Wanita Puger Soal PMS: Nyeri Kelamin Bukan Aib, Harus Diperiksa

M Adhi Surya • Selasa, 17 Juni 2025 | 15:45 WIB
BERI PEMAHAMAN: Pemberian edukasi dari FK Unair di Kecamatan Puger, Sabtu (14/6/2025).
BERI PEMAHAMAN: Pemberian edukasi dari FK Unair di Kecamatan Puger, Sabtu (14/6/2025).

Nyeri Kelamin Bukanlah Aib

Radar Jember - Penyakit menular seksual (PMS) yang sebarannya sulit terdeteksi menjadi perhatian lebih bagi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair).

Bersama Yayasan Langkah Sehat dan Berkarya (Laskar) Jember, mereka memberikan edukasi perempuan di Kecamatan Puger, Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan ini menyasar kelompok wanita berisiko tinggi.

Terutama mereka yang selama ini nyaris tak tersentuh edukasi kesehatan reproduksi. 

Ketua tim pengabdian, Dr dr Willy Sandhika, menjelaskan, penyebaran PMS kerap terjadi diam-diam, tanpa gejala mencolok, namun menimbulkan kerusakan sistemik.

“Jika tidak dicegah, maka PMS bisa berujung pada infertilitas, komplikasi kehamilan, hingga HIV/AIDS yang mematikan,” terangnya.

Menurutnya, edukasi kesehatan dan deteksi dini adalah pertahanan pertama yang harus dibangun.

Tak hanya itu, dalam sesi penyuluhan, juga membedah topik-topik yang selama ini dianggap tabu, seperti sifilis, gonore, klamidia, hingga herpes genital.

Dengan bahasa sederhana dan interaktif, ia membuka ruang dialog tentang gejala-gejala seperti keputihan tidak normal, luka di alat kelamin, hingga nyeri saat buang air kecil.

“Semua ini bukan aib. Justru dengan tahu lebih awal, bisa selamat lebih cepat,” pesannya.

Sebanyak 50 wanita mengikuti kegiatan ini.

Banyak dari mereka awalnya tampak gugup, namun suasana berubah cair seiring pendekatan yang harmonis.

Bukan hanya soal edukasi, tapi juga soal keberanian membuka diri untuk peduli pada tubuh sendiri. 

Bagian yang paling menyentuh dari kegiatan ini ialah layanan pemeriksaan PMS secara gratis.

Dengan menjaga privasi dan rasa aman, peserta diperiksa melalui metode swab sederhana.

Meski baru pertama kali, sebagian besar mengaku merasa lega bisa mengetahui kondisi kesehatannya tanpa takut dihakimi.

Willy menambahkan, edukasi kesehatan reproduksi seperti ini harus menjadi salah satu cara untuk memberi ruang aman dan nyaman bagi perempuan generasi mendatang. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #HIV / AIDs #penyakit menular seksual #edukasi kesehatan #fk unair #pms