Radar Jember - Tren skincare tidak hanya berkembang di kalangan dewasa, tetapi juga menyebar di kalangan remaja.
Di tahun 2025, edukasi tentang perawatan kulit sejak dini semakin digencarkan oleh para ahli dermatologi, influencer kecantikan, dan brand lokal.
Tujuannya adalah membentuk kebiasaan merawat kulit yang sehat sejak remaja tanpa menimbulkan ketergantungan pada bahan aktif yang berisiko.
Lalu, seperti apa perkembangan dunia skincare remaja di Indonesia tahun ini? Berikut rangkumannya!
1. Pentingnya Edukasi Skincare Dasar Sejak Remaja
Edukasi dasar seperti pentingnya mencuci wajah dua kali sehari, menggunakan sunscreen, dan pelembap sesuai jenis kulit adalah fondasi utama perawatan kulit remaja.
Kebiasaan ini sangat membantu untuk mencegah munculnya masalah seperti jerawat, komedo, atau kulit kusam.
2. Produk yang Ramah untuk Kulit Remaja
Kulit remaja cenderung masih aktif secara hormonal, sehingga rentan terhadap jerawat.
Oleh karena itu, produk skincare remaja harus ringan, non-komedogenik, dan bebas dari bahan iritatif seperti alkohol dan parfum buatan.
Beberapa produk yang populer di kalangan remaja pada 2025 adalah
- Emina Bright Stuff Face Wash
Mengandung ekstrak summer plum dan vitamin B3 yang mencerahkan tanpa membuat kulit kering.
- Acnes Oil Control Toner
Cocok untuk kulit berminyak dan membantu menyeimbangkan pH kulit.
- Whitelab Acne Calming Serum
Diperkaya dengan centella asiatica dan salicylic acid yang lembut namun efektif untuk jerawat ringan.
3. Sunscreen: Produk Wajib Remaja
Remaja seringkali aktif di luar ruangan, baik untuk sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, penggunaan sunscreen menjadi penting. Sayangnya, banyak yang masih mengabaikannya karena tekstur yang lengket atau efek white cast.
Brand seperti Azarine, Emina Sun Protection, dan Skin Aqua menawarkan sunscreen ringan dan tidak berminyak yang disukai oleh remaja.
Produk ini memiliki SPF minimal 30 dan mudah diaplikasikan ulang tanpa merusak riasan ringan.
4. Hindari Tren Skincare Berlebihan
Salah satu tantangan di era media sosial adalah banyak remaja tergoda mencoba terlalu banyak produk karena ikut-ikutan tren di TikTok atau YouTube.
Hal ini bisa berdampak buruk seperti iritasi atau breakout.
Ahli kecantikan menyarankan agar remaja cukup menggunakan 3-4 produk inti, yaitu facial wash, toner, pelembap, dan sunscreen.
Pemakaian bahan aktif seperti retinol, AHA/BHA, atau vitamin C sebaiknya ditunda sampai usia dewasa, kecuali atas rekomendasi dokter.
5. Skincare Lokal Semakin Ramah Remaja
Brand lokal kini semakin banyak yang mengeluarkan lini khusus untuk remaja. Misalnya, Emina hadir dengan harga terjangkau dan kemasan menarik, sementara Avoskin dan Somethinc merilis varian dengan kandungan aktif ringan untuk usia belasan.
Produk-produk ini umumnya sudah tersertifikasi BPOM dan beberapa juga memiliki label halal, menjadikannya aman dan sesuai dengan kebutuhan pasar remaja Indonesia.
Skincare bisa menjadi bagian dari self-care remaja, membantu mereka membangun kepercayaan diri dan rutinitas positif. Namun ditekankan bahwa hal ini harus seimbang dan tidak berujung pada obsesi penampilan semata.
Tahun 2025 menandai perubahan besar dalam pendekatan skincare untuk remaja.
Edukasi yang tepat, pemilihan produk aman, dan kontrol terhadap tren media sosial menjadi kunci dalam membentuk kebiasaan merawat kulit yang sehat sejak usia muda.
Dengan dukungan dari orang tua, sekolah, dan industri kecantikan, remaja Indonesia kini bisa lebih siap menghadapi tantangan kulit tanpa tekanan berlebihan.
Penulis Cintya Diyanti Utomo
Editor : M. Ainul Budi