Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tren Minuman Boba yang Mulai Ditinggalkan, Apakah Era Kejayaannya Sudah Berakhir?

Radar Digital • Kamis, 6 Maret 2025 | 05:10 WIB
Photo
Photo

radar jember - Dalam beberapa tahun terakhir, minuman boba atau bubble tea telah menciptakan fenomena yang menguasai industri kuliner di Indonesia.

Gerai-gerai boba kini tersebar di berbagai kota, mulai dari merek lokal hingga waralaba internasional.

Namun, akhir-akhir ini, tren minuman ini tampak mengalami penurunan. Apakah ini pertanda bahwa masa kejayaan boba telah berakhir?

Munculnya Kejayaan Boba di Indonesia

Popularitas boba di Indonesia mulai meroket sekitar tahun 2018-2019, ketika berbagai merek seperti Chatime, KOI Thé, Xing Fu Tang, dan Kokumi hadir meramaikan pasar. Rasa manis, tekstur kenyal dari tapioka, dan beragam pilihan rasa yang inovatif menjadikannya sangat digemari, terutama di kalangan anak muda.

Indonesia bahkan tercatat sebagai pasar minuman boba terbesar di Asia Tenggara, dengan estimasi nilai pasar mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp24 triliun.

Penurunan Minat dan Perubahan Tren

Namun, sejak tahun 2023, laporan dari berbagai media menunjukkan penurunan permintaan akan minuman boba. Beberapa faktor yang berkontribusi pada penurunan ini meliputi:

1. Kenaikan Harga – Lonjakan harga bahan baku menyebabkan harga minuman boba semakin melambung, mendorong banyak konsumen untuk mencari alternatif minuman lain yang lebih terjangkau.

2. Kesadaran akan Pola Hidup Sehat – Masyarakat kini semakin peduli dengan kesehatan, sehingga mereka mulai menghindari minuman tinggi gula seperti boba. Minuman sehat seperti matcha, cold-pressed juice, dan kombucha semakin diminati. Beberapa sumber seperti dalam artikel berjudul “Ganti Boba dan kopi favoritmu dengan 5 minuman sehat Ini” pada laman Brilio.net pada 30/07/21 lalu, dikatakan bahwa direkomendasikan untuk mengganti boba dan kopi favorit dengan pilihan sehat, seperti teh hijau, air jahe, smoothies, dan susu almond.

3. Berkembangnya Kompetitor Baru – Munculnya tren minuman lain seperti kopi susu, es kopi matcha, serta minuman berbasis yakult dan soda turut menggeser dominasi boba di pasar. Di samping itu, minuman berbahan dasar teh dan minuman dingin lainnya juga semakin digemari di Indonesia.

Dampak terhadap Bisnis Boba

Fenomena ini berdampak pada beberapa gerai boba yang terpaksa menutup cabangnya.

Beberapa gerai di pusat perbelanjaan besar mulai berkurang dan digantikan oleh merek minuman lain.

Di sisi lain, sejumlah merek boba kini beradaptasi dengan menambahkan pilihan baru seperti kopi atau minuman rendah gula untuk tetap menarik minat pelanggan.

Menurut Yuswohady dalam wawancaranya bersama Kontan dalam artikel mereka yang berjudul “Menilik Bisnis Bubble Tea di Indonesia: Masih Cuan atau Mulai Meredup?” pada 26/02/25 kemarin, ia mengatakan meskipun pertumbuhan industri boba melambat, pasar tetap stabil, terutama di kalangan Gen Z.

Apakah Boba Akan Hilang?

Walaupun minuman boba mengalami penurunan popularitas, hal ini tidak berarti boba akan lenyap sepenuhnya. Seperti tren makanan lainnya, kemungkinan besar boba akan tetap ada, meski dalam skala yang lebih kecil dan lebih terpilih.

Saat ini, meskipun tidak lagi menjadi tren utama, boba masih memiliki basis penggemar yang setia. Para pelaku bisnis minuman perlu lebih kreatif dalam menawarkan inovasi baru agar tetap relevan di pasar.

Editor : M. Ainul Budi
#tren #boba