JEMBER LOR, Radar Jember - Meski belum ditemukannya kasus terinfeksi virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Jember, namun gejala infeksi ini cukup familiar, salah satunya mirip dengan flu. Sehingga pencegahan dan pengobatannya fokus pada penanganan gejala sejak dini yang bisa dilakukan secara mandiri.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, dr Hendro Soelistijono menjelaskan HMPV merupakan virus RNA yang menyebabkan infeksi pernapasan pada manusia. Virus ini sebenarnya sudah lama ditemukan, tepatnya pada tahun 2001 di Belanda. Namun, baru-baru ini di Tiongkok penyebaran virus HMPV cukup pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. “Banyak yang beranggapan virus ini seperti Covid 19, padahal virus HMPV berbeda dengan virus Covid 19. HMPV merupakan virus lama yang sifatnya mirip dengan flu,” tuturnya.
Adapun gejala jika terinfeksi HMPV, diantaranya batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, kesulitan bernapas (pada kasus yang parah), bronkiolitis (peradangan saluran udara kecil) dan pneumonia. Kelompok usia yang rentan terinfeksi yaitu pada anak-anak di bawah 5 tahun, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, pasien dengan sistem imun lemah dan pasien dengan penyakit pernapasan kronis
dr Hendro menyebut, kontak langsung dengan penderita bisa menularkan virus. Selain itu juga dapat melalui udara, dan sentuhan dengan permukaan terkontaminasi. Meski tidak ditemukannya virus HMPV di Jember, ia mewanti-wanti untuk tetap menjaga imun tubuh dengan baik.
Selain itu, karena virus ini masih belum ada vaksinnya, sehingga pencegahan dan pengobatan fokus pada gejala, terutama pada kelompok rentan terinfeksi. “Jika dirasa terdapat gejala HMPV bisa untuk segera konsultasi ke dokter terdekat,” terangnya.
dr Hendro juga menyarankan untuk melakukan pencegahan sejak dini, salah satunya yaitu mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan yang terlalu membuat sesak. Adapun pengobatan sementara, yaitu istirahat, hidrasi, obat antivirus (untuk kasus berat), oksigenasi dan melakukan perawatan. (dhi/bud)
Editor : Radar Digital