Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Bahaya Jika Terlalu Sering mengkonsumsi Tepung Terigu

Adeapryanis • Rabu, 18 September 2024 | 02:05 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

radarjember.id-Ahli kesehatan mengingatkan orang-orang untuk mengurangi dan menghindari konsumsi tepung. Kondisi ini karena efek samping konsumsi tepung bagi tubuh bisa mmeicu berbagai macam penyakit. Memang penggunaan tepung dibutuhkan hampir pada semua makanan, terutama makanan-makanan yang diandalkan sebagai sumber karbohidrat dalam satu penyajian hidangan. Baik itu pasta, roti, mie, dan masih banyak jenis makanan lainnya. Ternyata banyak ahli yang justru mengkhawatirkan konsumsi tepung dengan beberapa efek negatif yang bisa terjadi pada tubuh.

Berikut beberapa penyakit yang dapat menganggu kesehatan tubuh :

Baca Juga: Berikut Manfaat Bunga Telang Untuk Kesehatan

  1. Obesitas

Konsumsi tepung terigu dapat memicu penumpukan lemak dalam tubuh dan merusak oksidasi lemak. Konsumsi yang berlebih juga dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan bakteri pencernaan yang berdampak besar terhadap kenaikan berat badan.

  1. Diabetes Tipe 2

Menurut data International Diabetes Federation (IDF) di Indonesia sudah mengalami peningkatan pesat jumlah penderita diabetes dalam 10 tahun terakhir. Per 2045 sebanyak 28,57 juta orang Indonesia akan mengalami diabetes jika tidak memerhatikan asupan makanannya.
Karbohidrat pecahan seperti yang terdapat pada tepung terigu menjadi risiko terbesar yang menyebabkan resistensi insulin. Resistensi insulin merupakan kondisi di mana tubuh tak lagi mampu memproduksi insulin dan membuat gula darah menumpuk.

Baca Juga: Intip Keseruan Anak-anak di Desa Jember Ini Main di Lumpur, Serunya sampai Tak Ingat Waktu

  1. Hipertensi

Hipertensi menjadi keluhan yang paling banyak dialami oleh orang dewasa hingga lanjut usia. Penyakit ini  banyak dipengaruhi oleh pola makan yang tak cukup sehat dan bernutrisi.

Konsumsi karbohidrat olahan dapat memicu tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh hubungan antara glukosa dan insulin yang terganggu sehingga akan mempengaruhi peredaran darah di dalam tubuh.

  1. Penyakit Kardiovaskuler

Gangguan kardiovaskular juga tak lepas dari konsumsi karbohidrat olahan seperti tepung terigu yang tak terkendali. Ketidakseimbangan gula darah yang disebabkan oleh tepung terigu menjadi alasan terkuat terjadinya inflamasi sistemik. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan kerusakan sistem vaskular dan kadar lipid.

  1. Depresi

Depresi tidak hanya dapat disebabkan oleh stres dan tekanan dari lingkungan sekitar. Tubuh secara kompleks memiliki sistem yang saling berkaitan satu sama lain.
Ketika usus menerima makanan yang baik efeknya dapat membantu mengendalikan suasana hati dan mencegah gangguan kesehatan mental. Pola diet yang didominasi oleh karbohidrat olahan seperti tepung terigu disebutkan dapat memicu terjadinya depresi. (dea/bud)


Editor : Adeapryanis
#tepung terigu protein tinggi merk apa saja #tepung terigu protein tinggi