Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jangan Sembarangan Pakai Obat Tetes Mata, KOK BISA? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Mata RSD dr Soebandi Jember

Radar Digital • Jumat, 23 Agustus 2024 | 16:10 WIB

 

 

PERLU PERAWATAN: Membersihkan kacamata perlu perlakuan secara khusus agar tidak mudah rusak.
PERLU PERAWATAN: Membersihkan kacamata perlu perlakuan secara khusus agar tidak mudah rusak.

PATRANG, Radar Jember – Mata merah menjadi hal yang kerap dirasakan masyarakat. Bila kondisi mata merah tersebut sampai mengganggu aktivitas, maka jangan terburu-buru menggunakan obat tetes mata. Sebab, mata merah banyak ragam penyebabnya dan dibutuhkan resep dokter agar obat tetes mata yang digunakan tepat.

Dokter Spesialis Mata RSD dr Soebandi Jember dr Bimanda Rizki Nurhidayat SpM menjelaskan, mata merah adalah kondisi ketika bagian putih pada mata berwarna merah. Warna yang terlihat itu dapat berupa pembuluh darah yang melebar atau bercak kemerahan seperti darah. “Penyebab mata merah bisa disebabkan oleh infeksi atau kondisi lain yang bukan infeksi. Misalnya alergi atau iritasi,” katanya.

Pria yang akrab disapa dr Bima ini juga menyebut, infeksi pada mata bisa berupa konjungtivitis. Yaitu terjadi pada selaput tipis yang menutupi bagian terluar bola mata, serta bagian dalam kelopak mata (konjungtiva) yang terinfeksi virus atau bakteri. Penyakit ini paling sering menyebabkan mata merah, terutama pada anak-anak. Mata merah dapat terjadi akibat keratitis atau peradangan di lapisan kornea mata.

Penyebab mata merah lainnya, tambahnya, adalah ulkus kornea atau terjadi luka pada kornea mata. Penyebab ulkus kornea paling sering infeksi bakteri dan jamur. Blefaritis atau peradangan pada kelopak mata juga bisa menyebabkan mata merah, gatal, keluar kotoran, hingga bengkak.

Selain itu, mata merah juga dapat disebabkan oleh kondisi noninfeksi. Seperti alergi, cedera, mata kering, glaukoma, hingga kanker mata. Bima juga mengatakan, mata merah merupakan gejala dari beragam penyakit yang menyerang mata.

Oleh sebab itu, perlu diperhatikan gejala lainnya yang dirasakan selain mata merah untuk mengetahui penyebabnya.

Dia juga menegaskan, bagi penderita mata merah tidak disarankan menggunakan obat tetes tanpa resep dari dokter.

“Tidak semua obat tetes mata yang dijual bebas boleh digunakan tanpa sepengetahuan dokter dan indikasi yang tepat. Misalnya, obat yang mengandung steroid, bisa menyebabkan komplikasi, yaitu katarak dan glaukoma,” jelasnya.

Sebagian besar kondisi yang menyebabkan mata merah dapat dicegah dengan menjaga kebersihan mata dan menghindari penyebab iritasi. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut adalah menjaga kebersihan, terutama area sekitar mata, membersihkan make-up mata, hingga menggunakan lensa kontak sesuai aturan yang benar.

“Istirahatkan mata secara berkala, jika bekerja dengan melihat layar gawai,” tuturnya.

Mata merah, menurutnya, harus ditangani dengan tepat. Jika tidak, maka dapat berbahaya untuk fungsi indera penglihatan. Dia menyarankan, bila mengalami keluhan berupa mata merah yang semakin parah atau tidak sembuh selama beberapa hari, maka lebih baik periksakan ke dokter.

“Pemeriksaan dan penanganan juga perlu dilakukan bila mata merah disertai keluhan lain. Seperti sakit mata dan bengkak, sensitif terhadap cahaya, penglihatan kabur, melihat floaters, keluar cairan atau nanah dari mata, hingga demam,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#mata #Obat Tetes Mata