FLU singapura diketahui dapat menyerang siapa saja. Mulai dari balita hingga orang dewasa. Namun, kasus yang ditemukan masih didominasi anak-anak. Tercatat ada ratusan penderita di Jember.
Cara untuk mencegahnya adalah menjaga pola hidup dan sehat. Serta memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi dengan baik.
Dokter spesialis anak, Ririn Esterina, mengatakan, gejala klinis penderita flu Singapura adalah demam tinggi yang tak kunjung membaik selama 1 kali 24 jam, meski sudah mengonsumsi obat.
Jika ditemukan demikian, disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.
Dia juga menjelaskan, flu Singapura dapat menyebar melalui udara. Tepatnya dari droplet yang dikeluarkan oleh penderitanya ketika berbicara, bersin, atau batuk.
Selain itu, penyakit satu ini juga dapat tersebar melalui cairan yang berasal dari luka, serta benda yang terkontaminasi oleh kotoran penderitanya.
Penyakit ini menyerang tangan, kaki, dan mulut, biasanya berupa ruam merah dan lepuhan. Namun, ruam dan lepuhan juga bisa terjadi pada bagian tubuh yang lain. Mulai dari di siku tangan, lutut, lipatan paha, hingga bagian pantat atau bokong.
“Kalau ruam di bagian mulut biasanya disertai sariawan, nafsu makan anak-anak akan berkurang. Nah, itu yang harus diwaspadai bersama. Karena kebutuhan nutrisi dan cairan si anak harus cukup,” jelasnya.
Dokter perempuan yang bertugas di Rumah Sakit Citra Husada Jember ini menambahkan, ruam yang terjadi di bagian-bagian tertentu itu disertai dengan rasa gatal.
Oleh sebab itu, jika sudah digaruk, maka bisa menimbulkan infeksi sekunder. Misalnya luka yang semakin melebar, hingga luka yang disertai nanah. Hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak.
Dia juga menyebut, Flu Singapura lebih mudah menyerang anak dengan pola hidup bersih dan sehat yang tidak baik. Belum ada obat atau vaksin khusus penyakit satu ini.
Oleh sebab itu, salah satu langkah untuk mencegahnya adalah menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Serta memastikan nutrisi yang dibutuhkan anak tercukupi dengan baik.
“Jika ada anggota keluarga atau orang lain di lingkungan sedang sakit, apalagi batuk dan pilek, selalu gunakan masker,” pungkasnya. (kin/ham/c2/nur)
SEPUTAR FLU SINGAPURA DI JEMBER:
- Flu Singapura juga disebut hand, foot, and mouth disease (HFMD).
- Flu Singapura disebabkan oleh strain coxsackievirus.
- Virus tersebut lemah terhadap sinar matahari.
- Cepat menular tapi tidak mematikan.
- Tercatat ada 226 kasus yang terjadi di Jember.
- Kondisinya mulai membaik dan tidak ditemukan kematian.
- Penderitanya biasanya mengalami lebam, melepuh, dan luka pada bagian tubuh.
PENULARAN:
- Droplet dari penderita flu Singapura.
- Cairan dari luka dan lepuhan penderita.
- Benda yang terkontaminasi cairan dari penderita.
GEJALA:
- Demam parah, batuk, dan sakit tenggorokan.
- Masa inkubasi 10 hingga 14 hari.
PENCEGAHAN:
- Memastikan kebutuhan vitamin dan nutrisi anak terpenuhi.
- Memastikan pola hidup bersih dan sehat.
- Jika gejala tidak membaik, segera datangi fasilitas kesehatan.