PATRANG, Radar Jember – Bayi pada usia 6-8 bulan mulai membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Sebelum memulai MPASI, maka perlu mengetahui kesiapan bayi. Salah satunya melihat oromotornya.
Dokter Spesialis Anak RS Paru Jember, dr Ririn Wahyuningtyastutik SpA, menyampaikan bahwa MPASI yang diberikan harus bisa memenuhi kebutuhan energi, protein, dan micronutrient. Serta dapat memenuhi gizi seimbang seperti mencakup zat besi, vitamin, mineral, lemak, dan zinc.
Dia menjelaskan, MPASI diberikan ketika anak sudah berusia 6 bulan. Usia 0-6 bulan 100 persen nutrisi diberikan hanya dari ASI. Usia 6-8 bulan anak mulai membutuhkan MPASI sebanyak 30 persen dan ASI 70 persen.
Kebiasaan memberi makan bayi di bawah usia 6 bulan bisa memberi dampak negatif pada pencernaan. Terlebih, pada usia 0—5 bulan, sistem metabolisme tubuh yang dimiliki bayi belum siap untuk menerima makanan. Sebelum memulai pemberian MPASI, maka perlu menilai kesiapan bayi berdasarkan perkembangan oromotor. Oromotor merupakan dasar keterampilan makan anak.
Beberapa perkembangan oromotor anak seperti sudah dapat duduk dengan kepala tegak, bisa mengkoordinasikan mata, tangan, dan mulut untuk menerima makanan, tertarik dengan makanan, dan mampu menelan makanan padat. “Secara alamiah, kemampuan ini dicapai pada usia 4-6 bulan,” ucap dr Ririn
Menurut WHO tentang global strategy for feeding infant and young children pada tahun 2003 merekomendasikan agar pemberian MPASI memenuhi empat syarat. Yaitu tepat waktu, artinya MPASI diberikan saat ASI eksklusif sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Kedua adekuat, artinya MPASI memiliki kandungan makronutrien dan mikronutrien bayi. sesuai asupan makronutrien meliputi karbohidrat, protein, dan lemak. “Sedangkan zat gizi mikro mencakup vitamin, zat besi, seng, magnesium, dan sodium,” jelasnya.
Syarat ketiga yakni aman, artinya MPASI disiapkan dan disimpan dengan cara-cara yang higienis, diberikan menggunakan tangan dan peralatan makan yang bersih. Keempat yakni diberikan dengan cara yang benar, artinya MPASI diberikan dengan memperhatikan sinyal rasa lapar dan kenyang seorang anak Frekuensi makan dan metode pemberian makan harus dapat mendorong anak untuk mengkonsumsi makanan secara aktif dalam jumlah yang cukup menggunakan tangan, sendok, atau makan sendiri. (cad/dwi)
Editor : Radar Digital