Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cuci Hidung Jadi Solusi bagi Penderita Sinusitis, Begini Saran Dokter Spesialis THT RSU Universitas Muhammadiyah Jember

Radar Digital • Jumat, 15 Desember 2023 | 21:00 WIB
PEMERIKSAAN: Dokter spesialis THT memeriksa kondisi sinus. Memakai metode cuci hidung bisa menjadi solusi bagi penderita sinusitis.
PEMERIKSAAN: Dokter spesialis THT memeriksa kondisi sinus. Memakai metode cuci hidung bisa menjadi solusi bagi penderita sinusitis.

SUMBERSARI, Radar Jember – Pernah merasakan tiba-tiba hidung tersumbat, gangguan penciuman, hingga nyeri di wajah? Bisa jadi mengalami sinusitis. Penyebab sinusitis pun beragam, bisa alergi ataupun akibat gigi bengkak. Salah satu pencegahan dan pengobatan sinusitis adalah cuci hidung.

Dokter spesialis THT RSU Universitas Muhammadiyah Jember, dr Dini Fitrilia Sp THTBKL, mengatakan, salah satu pencegahan dan pengobatan sinusitis adalah cuci hidung. Cuci hidung sangat disarankan saat ini, tidak hanya untuk penderita sinusitis, tetapi orang normal juga disarankan untuk mencuci hidung. Cuci hidung bagaikan sikat gigi sehari dua kali, bahkan jika berada di tempat yang udaranya panas dan berpolusi bisa dilakukan sehari tiga kali.

Terkait sinusitis, dia menjelaskan, setiap manusia memiliki sinus. Sinus merupakan ruangan yang ada di dalam tulang wajah. Sinus  manusia ada empat, dua di kanan dan dua di kiri. Sinus dapat menjadi sakit jika ruangan tersebut tersumbat, baik karena bengkak, penyakit auto imun, ataupun tumor. “Sinus normalnya seperti ruangan yang memiliki ventilasi udara. Jika tertutup, maka ruangan di sinus itu pengap. Jadi, yang dirasakan pasien sinusitis mengalami nyeri wajah,” terangnya.

Ada beberapa gejala yang dirasakan pasien sinusitis. Pertama yakni nyeri di wajah. Nyeri wajah yang dirasakan pasien biasanya berada di berbagai tempat. “Jika nyeri di gigi atas maka yang kena ada sinus maksila,” ucap dr Dini.

Gejala lain yang dirasakan pasien adalah pilek dan hidung tersumbat atau buntu. Hidung buntu bisa di kedua lubang hidung ataupun salah satunya. Lalu, gejala ke empat yakni gangguan penciuman. ”Nyeri wajah dan gangguan penciuman adalah gejala tambahan,” jelasnya.

Ada pula sinusitis karena terjadi pembengkakan pada gigi atau disebut sinusitis sekunder. Sementara itu, sinusitis primer terbagi menjadi dua, yakni akibat faktor alergi dan faktor nonalergi. Pada faktor alergi ada perubahan pada mukosa dinding sinusnya berubah dan lebih banyak memproduksi cairan. “Jadi, mengapa orang terkena sinusitis cairan pileknya lebih bening, karena itu faktor alergi,” ujar dia. (cad/c2/dwi)

 

Editor : Radar Digital
#Jember #sinus #Muhammadiyah #cuci hidung #RSU