Biasanya para pemain sepak bola yang pensiun akan tetap bergerak dalam bidang tersebut. Tapi, tidak bagi Ferry Lingga Saputra. Dia memutuskan untuk memilih jalan lain, tetapi tetap seputar olahraga. Bagaimana kisahnya?
BUNYI tendangan seorang pria pada samsak berwarna hitam terdengar cukup jelas. Gerakan tersebut dilakukan berulang-ulang. Sesekali pria tersebut mengambil napas sembari melakukan ancang-ancang. Gerakannya lincah, termasuk ketika memukul samsak yang menggantung tersebut.
Pria itu adalah Ferry Lingga Saputra, seorang mantan pemain sepak bola yang sudah menjajal beberapa klub di Indonesia. Namun, ketika memutuskan pensiun, dia tidak lagi berhubungan dengan cabang olahraga tersebut. Melainkan fokus untuk menekuni olahraga lain, seperti workout dan muay thai. Tujuannya untuk menularkan kebugaran kepada warga di Jember.
Ferry dilahirkan di Pasuruan, di keluarga yang menekuni sepak bola. Ayahnya adalah mantan pemain Timnas Indonesia pada zamannya. Dia memulai karirnya sejak 2006 silam. Klub pertama yang dibela adalah Persekabpas, sejak lulus dari bangku sekolah. Sebelum memutuskan untuk membela Persipro, Probolinggo.
Tak hanya itu, dia pernah bermain untuk Mitra Kukar bersama pemain berbakat lainnya, di bawah asuhan Coach Benny Dollo. Serta berhasil membawa tim tersebut lolos ke liga kasta tertinggi, beberapa waktu silam. Kesuksesannya membuat PSIS Semarang tertarik untuk merekrutnya. Sebelum memutuskan untuk pindah ke klub PSIR Rembang, dan Persebaya Surabaya.
Karirnya di dunia sepak bola kemudian berakhir pada 2017. Hal itu karena Ferry merasa sudah waktunya pulang kampung. Serta menikah dengan salah satu warga Jember hingga saat ini. Dari sinilah dia melihat peluang untuk menularkan semangat hidup sehat dengan olahraga. Pada saat itu, masih sangat jarang dijumpai tempat olahraga kebugaran. “Saya melihat peluang waktu itu, kelas muay thai,” katanya.
Alasannya tidak terjun lagi ke dunia sepak bola karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga di kampung halamannya sendiri. Namun, juga memberikan manfaat bagi orang-orang sekitarnya, khususnya dalam bidang kebugaran tubuh. “Saya ingin membantu menurunkan angka obesitas di Jember,” ucap coach muay thai and body work out itu.
Olahraga tersebut dinilai memiliki konsep gabungan, dari pelatihan di sepak bola, work out, dan lainnya. Sehingga dia tertarik untuk menjadi pelatih olahraga tersebut. Untuk menularkan gaya hidup sehat, dengan berani pria tersebut mendirikan Wakanda Fit di rumahnya. “Selain membuat percaya diri, juga mendapatkan body goals. Agar lebih sehat dan ideal,” tuturnya.
Namun, ketika awal berdiri, perjalanannya tidak terlalu mulus. Sebab, banyak yang mempermasalahkan lisensi kepelatihannya. Oleh sebab itu, dia berupaya untuk mendapatkan lisensi dari organisasi terkait. Dengan cara mengikuti program upgrade materi dan sebagainya. “Awal kami buka, banyak dibicarakan di media sosial. Itu siapa kok buka tempat olahraga, sudah ada lisensinya gak, gitu dulu,” pungkasnya. (c2/nur)
Editor : Radar Digital