Peran media sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah, menjadi elemen krusial dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang isu kesehatan. Dalam mendukung hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara dinas komunikasi dan informatika dengan dinas kesehatan sebagai stakeholder untuk menyediakan data yang akurat. Sehingga penyampaian berita yang dilakukan media dapat berjalan sesuai fakta di lapangan.
"Informasi yang disampaikan oleh media, harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sehingga tidak ada kesalahanpahaman informasi yang diterima oleh masyarakat," terang Erwin Prasetyo, Plt Kepala Bidang Layanan Media dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jember, dalam penyampaian materi pada workshop media yang diselenggarakan oleh Plato Foundation, Selasa (4/10).
BACA JUGA: Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media
Diskominfo, kata Erwin, siap mendukung segala bentuk penyebaran informasi mengenai isu-isu kesehatan. Apalagi di Jember sudah ada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang dimiliki dinas-dinas, bahkan sudah mulai ada di tingkat desa. "Saya pikir PPID adalah salah satu sumber informasi yang bisa diakses oleh para jurnalis untuk diolah menjadi sajian informasi untuk masyarakat," katanya.
Terkait dengan isu kesehatan ini, Plato Foundation, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan diri dan pemberdayaan masyarakat, menggagas program Risk Communication and Community Engagement (RCCE). Strategi tersebut difokuskan dalam penguatan respons komunikasi risiko dan keterlibatan komunitas dalam penyebaran informasi kesehatan.
"RCCE ini hadir terkait dengan banyaknya hambatan dalam akses layanan maupun informasi tentang kesehatan," ungkap Dita Amelia, Direktur Plato Foundation.
Fokus program ini adalah pada persoalan stunting, imunisasi, desa ramah perempuan, penerapan hidup bersih dan sehat, serta isu kesehatan lainnya. "Kami melibatkan kader-kader dan komunitas masyarakat untuk melaksanakan pelatihan. Kemudian mereka difokuskan pada komunikasi interpersonal dalam menyebarkan informasi yang didapatkan," ujar Dita.
Dita menambahkan, informasi kesehatan yang disampaikan ke masyarakat pun harus dikemas dalam penyampaian yang mudah dimengerti. Sehingga dapat menghapus miskonsepsi yang tersebar di masyarakat. "Jadi masyarakat dapat memahami bagaimana pentingnya imunisasi, pencegahan stunting dan lainnya," jelasnya.
Dalam penyelenggaraan program RCCE ini, peran media sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat. Media bisa menjadi jembatan antara masyarakat dengan informasi kesehatan yang menjadi fokus program tersebut. "Sehingga informasi kesehatan dapat terbuka kepada masyarakat melalui teman-teman media. Jadi saya berharap, RCCE di Jember bisa berkolaborasi dengan optimal dengan media," pungkas Dita. (*)
Foto : Noer Fajriyatul Maslahah untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal