30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Masalah kesehatan masih terus menjadi topik yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Salah satunya adalah penanganan masalah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupan.

Kabupaten Jember sendiri dalam kurun waktu empat tahun mengalami naik turun dan belum stabil untuk pengendalian angka stunting. Hal ini dibuktikan dengan data pada 2019 tercatat angka stunting di Jember mencapai 37,94 persen.

Kendati demikian, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jember, Dwi Handarisasi mengatakan, Kabupaten Jember per tahun 2021 angka stunting mencapai 23,5 persen. Angka ini menurun ketimbang 2019 yang saat itu Jember menduduki peringkat tertinggi kedua di Jatim untuk kasus stunting.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Jumlah Kasus Tertinggi di Jatim, Ini Strategi Dinkes Jember Atasi AKI-AKB

“Angka yang berangsur turun ini harus terus dijaga serta ditekan. Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinkes, perlu sinergi dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Dwi, ketika menjadi pembicara dalam Workshop Media yang digagas Plato Foundation di Cafe Semeru and Resto, Kecamatan Sumbersari, Selasa (4/10).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Masalah kesehatan masih terus menjadi topik yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Salah satunya adalah penanganan masalah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupan.

Kabupaten Jember sendiri dalam kurun waktu empat tahun mengalami naik turun dan belum stabil untuk pengendalian angka stunting. Hal ini dibuktikan dengan data pada 2019 tercatat angka stunting di Jember mencapai 37,94 persen.

Kendati demikian, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jember, Dwi Handarisasi mengatakan, Kabupaten Jember per tahun 2021 angka stunting mencapai 23,5 persen. Angka ini menurun ketimbang 2019 yang saat itu Jember menduduki peringkat tertinggi kedua di Jatim untuk kasus stunting.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Tertinggi di Jatim, Ini Strategi Dinkes Jember Atasi AKI-AKB

“Angka yang berangsur turun ini harus terus dijaga serta ditekan. Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinkes, perlu sinergi dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Dwi, ketika menjadi pembicara dalam Workshop Media yang digagas Plato Foundation di Cafe Semeru and Resto, Kecamatan Sumbersari, Selasa (4/10).

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Masalah kesehatan masih terus menjadi topik yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Salah satunya adalah penanganan masalah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupan.

Kabupaten Jember sendiri dalam kurun waktu empat tahun mengalami naik turun dan belum stabil untuk pengendalian angka stunting. Hal ini dibuktikan dengan data pada 2019 tercatat angka stunting di Jember mencapai 37,94 persen.

Kendati demikian, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jember, Dwi Handarisasi mengatakan, Kabupaten Jember per tahun 2021 angka stunting mencapai 23,5 persen. Angka ini menurun ketimbang 2019 yang saat itu Jember menduduki peringkat tertinggi kedua di Jatim untuk kasus stunting.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Tertinggi di Jatim, Ini Strategi Dinkes Jember Atasi AKI-AKB

“Angka yang berangsur turun ini harus terus dijaga serta ditekan. Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinkes, perlu sinergi dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Dwi, ketika menjadi pembicara dalam Workshop Media yang digagas Plato Foundation di Cafe Semeru and Resto, Kecamatan Sumbersari, Selasa (4/10).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/