Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gugur Gunung Atasi Stunting di Jember, Libatkan NGO hingga Media

Maulana Ijal • Rabu, 5 Oktober 2022 | 02:11 WIB
SERIUS: Kabid P2P Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih bersama Kabid Kesmas Dinkes Jember Dwi Handarisasi, menjelaskan tentang progres imunisasi dan penanganan stunting, pada workshop bersama insan media di Jember, Selasa (4/10).
SERIUS: Kabid P2P Dinkes Jember dr Rita Wahyuningsih bersama Kabid Kesmas Dinkes Jember Dwi Handarisasi, menjelaskan tentang progres imunisasi dan penanganan stunting, pada workshop bersama insan media di Jember, Selasa (4/10).
JEMBER, RADARJEMBER.ID- Masalah kesehatan masih terus menjadi topik yang tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Salah satunya adalah penanganan masalah stunting. Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupan.

Kabupaten Jember sendiri dalam kurun waktu empat tahun mengalami naik turun dan belum stabil untuk pengendalian angka stunting. Hal ini dibuktikan dengan data pada 2019 tercatat angka stunting di Jember mencapai 37,94 persen.

Kendati demikian, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jember, Dwi Handarisasi mengatakan, Kabupaten Jember per tahun 2021 angka stunting mencapai 23,5 persen. Angka ini menurun ketimbang 2019 yang saat itu Jember menduduki peringkat tertinggi kedua di Jatim untuk kasus stunting.

BACA JUGA: Jumlah Kasus Tertinggi di Jatim, Ini Strategi Dinkes Jember Atasi AKI-AKB

“Angka yang berangsur turun ini harus terus dijaga serta ditekan. Penurunan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinkes, perlu sinergi dan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap Dwi, ketika menjadi pembicara dalam Workshop Media yang digagas Plato Foundation di Cafe Semeru and Resto, Kecamatan Sumbersari, Selasa (4/10).



Pemkab Jember pun ikut andil dalam percepatan penurunan stunting, adapun beberapa strategi yang diambil dalam upaya penurunan stunting adalah meningkatkan kesadaran pencegahan pernikahan dini, meningkatkan pengaturan jarak kelahiran, meningkatkan kualitas dan sarana pelayanan pemeriksaan ibu hamil.

Kemudian, juga meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi balita. Salah satunya melalui program Gerakan Masyarakat Jember Peduli Ibu dan Balita (Gemar Jelita).

Dinkes Jember juga terus menggaungkan pentingnya penurunan stunting. Hal tersebut direalisasikan dengan bekerjasama dengan Plato Foundation, salah satu NGO (Non-governmental organization) di Jatim.

Melalui program Risk Communication and Community Engagement (RCCE), Dinkes Jember bersama Plato Foundation, menggelar workshop untuk meningkatkan cakupan Imunisasi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan pencegahan stunting.

Kegiatan ini diharapkan mampu memberi pengetahuan lebih kepada masyarakat terkait isu-isu kesehatan, khususnya pada strategi dan upaya penurunan stunting.

“Agar bisa menjawab tantangan yang ada pada isu kesehatan, bagaimana imunisasi meningkat dan angka stunting menurun. Intinya kami bisa membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkap Dita Amelia, Direktur Plato Foundation. (*)

Foto   : Dwi Sugesti Mega

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Stunting