Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Cukup Empat Cangkir Teh Sehari Bisa Terhindar Diabetes

Safitri • Jumat, 23 September 2022 | 22:23 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
CINA, RADARJEMBER.ID - Minum teh bermanfaat untuk kesehatan. Sebuah studi observasional yang dilakukan oleh peneliti Tiongkok mengaitkan kebiasaan minum teh dan mengurangi risiko diabetes tipe 2. Manfaat bisa diraih ketika mengonsumsi setidaknya minum 4 cangkir teh sehari.

BACA JUGA : Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Minta Maaf saat Terima Penghargaan

Akademisi dari Tiongkok mempresentasikan penelitian tersebut pada pertemuan European Association for the Study of Diabetes (EASD) di Stockholm, Swedia. Menurut akademisi Tiongkok, minum 4 cangkir teh atau lebih setiap hari, dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 17 persen.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis dari 19 studi yang mengeksplorasi minum teh dan diabetes di 8 negara, para peneliti menemukan bahwa mengonsumsi teh hitam, hijau, atau oolong dikaitkan dengan risiko diabetes tipe 2 lebih rendah.Untuk itu kebiasaan minum teh adalah sangat baik, karena terbukti bisa mengatur kadar gula dalam tubuh manusia.

Dibandingkan orang  tidak minum teh, orang yang mengonsumsi kurang dari empat cangkir teh setiap hari memiliki risiko 4 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2. Namun, mereka yang mengonsumsi 4 cangkir setiap hari memiliki risiko 17 persen lebih rendah.

“Sesuatu yang sederhana seperti minum empat cangkir teh sehari berpotensi mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2,” jelas peneliti Xiaying Li dari Universitas Sains dan Teknologi Wuhan di Tiongkok dan penulis utama studi tersebut.

Komponen tertentu dalam teh, seperti polifenol, dapat mengurangi kadar glukosa darah, tetapi senyawa bioaktif dalam jumlah yang cukup mungkin diperlukan agar efektif. Kabar ini menarik bagi pecinta teh.

Berbicara kepada Medscape.com, Kevin McConway, profesor emeritus statistik terapan di The Open University, mengatakan kata-kata menyarankan dan berpotensi harus menjadi catatan. Profesor kedokteran metabolik di University of Glasgow, Naveed Sattar, juga mengkritik penelitian.

“Tidak ada bukti percobaan apa pun bahwa bahan kimia dalam teh mencegah diabetes,” katanya. “Akan tetapi, memang teh lebih sehat, rendah kalori daripada banyak minuman alternatif,” jelasnya.

Profesor uji klinis & metodologi di Unit Uji Klinis MRC, University College London, Matt Sydes, menyarankan penelitian tersebut jangan disalahpahami. Uji coba lanjutan masih harus dilakukan. (*)

Editor:Winardyasto HariKirono

Foto:Tea Lover

Sumber Berita:jawapos.com Editor : Safitri
#diabetes