Warga setempat, Edy Slamet, mengatakan, pandemi korona memang membayangi setiap sendi kehidupan. Tidak sedikit warga Jember yang terpapar oleh virus itu. Sayangnya, momen agustusan, menurutnya, harus dilewati dengan kekhawatiran tersebut. Membuat warga setempat rindu akan kemeriahan kemerdekaan seperti lomba-lomba. Namun, hal itu tak mungkin dilakukan seperti dulu. "Untuk menyiasati agar tetap meriah, warga akhirnya membuat replika korona," katanya.
replikayang sedianya dibuat tempat undian lomba hanya dipajang karena perlombaan tak memungkinkan dilakukan. Replika itu dibuat dari bahan bekas layaknya bentuk virus. Di situ, terdapat replika suntikan, masker, serta bendera merah putih. "Pesan moral yang ingin disampaikan agar kita mematuhi protokol kesehatan. Minimal orang yang lewat sini semakin waspada dan menyadari pentingnya kesehatan," tutur Edy.
Guna menegaskan agar replika tak sekadar pajangan, warga juga memajang aturan prokes 6M. Mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas. 1 M tambahan yakni manuto atau patuhi prokes seperti diatur pemerintah.
Edy menyebut, di masa pandemi ini, warga selayaknya saling mengingatkan. Dengan semangat kemerdekaan, melawan virus korona dengan mematuhi prokes adalah cara terbaik. "Harapannya setelah Agustus, korona hilang," pungkasnya.
Reporter : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Ivona