Bupati Jember Hendy Siswanto mengatakan, ada empat tempat yang dipersiapkan. Satu tempat berlokasi di Jalan Arowana, yakni Hotel Kebon Agung. Sementara, tiga lokasi lain adalah puskesmas. Ketiga puskesmas ini masih akan dirapatkan oleh sejumlah instansi terkait. "Hari ini kami diskusi dengan Dinkes, BPBD, dan instansi lain. Tiga puskesmas akan dijadikan tempat tambahan. Sekalian (direncanakan, Red) akan dinaikkan statusnya," katanya.
Hendy yang didampingi Wakil Bupati M Balya Firjaun Barlaman itu mengungkapkan, satgas sebenarnya punya keinginan untuk menyediakan rumah sakit (RS) darurat di lapangan. Namun demikian, RS lapangan itu membutuhkan biaya yang besar. "Jadi, kami manfaatkan fasilitas yang ada dulu," papar Hendy seusai rapat paripurna penetapan Peraturan Daerah (Perda) Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan (LPP) APBD Jember 2020 di DPRD, kemarin (14/7).
Penambahan fasilitas di Hotel Kebon Agung serta tiga puskesmas itu, menurut Hendy, sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kemungkinan bertambahnya pasien yang terpapar korona. Kendati persiapan dilakukan, Pemkab Jember dan semua pihak berharap agar pandemi korona segera berakhir.
Sementara itu, vaksinasi terhadap warga Jember juga terus dilakukan. Dalam dua-tiga hari ke depan, vaksin yang datang beberapa hari lalu akan habis. Tetapi, bakal ada dropping vaksin tambahan lagi. "Ada 90 tempat yang memberikan vaksinasi gratis," papar Hendy. Di sisi lain, sejumlah petugas kesehatan juga terus melakukan vaksinasi dengan turun langsung ke beberapa lokasi.
Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital