RADAR JEMBER — Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengadakan Festival Literasi untuk Tahun 2026 dengan beragam aktivitas edukatif.
Festival ini berlangsung dari tanggal 3 Oktober hingga 4 November 2026 dan mencakup berbagai lomba serta pelatihan, termasuk lomba bercerita, resensi buku, lokakarya berbicara di depan publik, serta pelatihan membuat storyboard dan membacakan buku.
Kegiatan ini melibatkan 305 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, guru TK, PAUD, serta komunitas dan penggiat literasi di Kabupaten Jember.
Rangkaian acara dimulai dengan lomba bercerita pada tanggal 3 hingga 7 Oktober 2026 yang ditujukan untuk siswa dari tingkat SD dan MI.
Setelah itu, lomba resensi buku diadakan dari tanggal 12 Oktober hingga 2 November 2026 dengan peserta dari tingkat SMP dan MTs. Kedua perlombaan ini diikuti oleh total 170 peserta.
Baca Juga: Awas Kesetrum! Kabel PJU Putus Tertimpa Pohon Keleleran di Jalur Gumitir Jember
Selain itu, terdapat lokakarya berbicara di depan publik yang melibatkan 35 perwakilan siswa SMP dari seluruh Kabupaten Jember.
Pelatihan lainnya adalah pembuatan storyboard untuk buku bergambar dan sesi membacakan buku yang diikuti oleh 100 guru TK dan PAUD.
Serangkaian kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca, tetapi juga untuk mendorong keberanian, kreativitas, dan kemampuan peserta dalam memahami serta menyampaikan informasi.
"Ini konsisten dengan pemikiran narasumber dalam sambutannya yang menekankan bahwa literasi memiliki dampak yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat," ucap Rahman Anda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember di sambutannya.
Sementara itu, dalam sambutan selanjutnya, Achmad Imam Fauzi, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember menjelaskan bahwa literasi sesungguhnya adalah sebuah gerakan budaya yang dapat menjadi katalis perubahan sosial.
Ia berpendapat bahwa perubahan signifikan sering kali dimulai oleh sekelompok individu dengan ide-ide yang kemudian menyebar dan mengajak masyarakat untuk bergerak bersama.
“Literasi itu sejatinya adalah gerakan budaya,” ucapnya.
Baca Juga: Waspada Bahaya! Bibir Jalan Nasional Gumitir Jember KM 37 Longsor Sepanjang 20 Meter
Dia juga mengungkapkan bahwa pemahaman mengenai literasi tidak seharusnya terbatas pada aktivitas membaca buku saja.
Lebih dari itu, masyarakat harus mampu mengerti berbagai fenomena, menganalisis situasi, serta membedah masalah yang terjadi di sekitar mereka.
“Literasi itu adalah memprovokasi orang untuk merubah, melakukan perubahan demi kebaikan bersama,” imbuhnya.
Dia menyatakan bahwa keterampilan literasi sangat diperlukan untuk menghadapi kemajuan zaman, terlebih lagi di tengah cepatnya laju teknologi dan informasi digital.
Masyarakat dituntut untuk dapat memahami informasi, mengolah data, serta mengembangkan pola pikir kritis supaya tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan evaluasi sebelumnya.
Pandangan ini juga berhubungan dengan signifikansi pendidikan sebagai salah satu cara untuk mendorong perubahan sosial.
Pembentukan cara berpikir melalui pendidikan dianggap sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan peluang untuk mengurangi kemiskinan.
Dalam upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan menumbuhkan minat untuk mengunjungi perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember telah memutuskan untuk membuka layanan perpustakaan hingga malam hari.
Kebijakan ini dianggap sebagai salah satu inisiatif untuk memberikan kesempatan kepada mereka yang terbatas waktu di siang hari.
Layanan perpustakaan berlangsung setiap Senin hingga Sabtu mulai dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.
Sedangkan pada hari Minggu, layanan dibuka dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Perluasan jam buka ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh siswa setelah jam belajar, pekerja usai aktivitas, dan masyarakat umum yang ingin membaca serta menggunakan fasilitas perpustakaan.
Dalam laporan kegiatan, dikatakan, “Kami berharap ada sesuatu yang dapat menambah layanan bagi masyarakat agar dapat mengakses perpustakaan.”
Dengan penambahan jam pelayanan ini, diharapkan perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berdiskusi, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Seluruh rangkaian Festival Literasi Kabupaten Jember Tahun 2024 diadakan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jember dengan dana yang berasal dari APBD Tahun 2024.
Melalui aktivitas ini, diharapkan gerakan literasi akan dapat terus tumbuh dan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan festival, tetapi juga mampu menjadi bagian dari kebiasaan dalam hidup sehari-hari warga Jember.
Penulis: Tahnia Landora Carravela Pakpahan
Editor : M. Ainul Budi