Radar Jember – Pemuda Jember tak boleh dianggap remeh. Karya kreativitasnya kini tak bisa dianggap sebelah mata. Di era digital yang bergerak serba cepat ini, batasan antara pekerjaan dan kesenangan makin kabur.
Berbekal kreativitas, koneksi internet, dan konsistensi, makin banyak anak muda yang berhasil mengubah hobi mereka menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Seperti Dimas Adi. Founder Charjer Studio ini berhasil mengerjakan sejumlah anime luar negeri. Khususnya di Jepang. Berawal dari komunitas kecil pada 2021, kini Dimas sukses menggeluti bidang animator.
Baca Juga: Motif Perampokan Toko Emas Murni Jember Terungkap: Dua Pelaku Ditangkap saat Kabur ke Luar Kota
Saat pertama berdiri, Charjer Studio hanya dikerjakan tiga orang dengan fasilitas sederhana. Kini, timnya berkembang menjadi lebih dari 50 orang dan terlibat dalam proyek anime Jepang, termasuk The Great Cleric, Yuri Is My Job!, Classroom for Heroes, dan The Dangers in My Heart, pada bagian 2nd Key Animation.
Dimas juga membagikan cerita tentang perkembangan fasilitas produksi, peluang proyek dari studio Jepang, serta upaya mencetak animator berbakat melalui Charjer Academy.
Program ini membuka kelas dan menyeleksi calon animator untuk dilatih, kemudian berpeluang direkrut untuk memperkuat tim.
Dia juga memberikan motivasi penting bagi generasi muda kini akan menggeluti hobi yang bisa menghasilkan cuan kedepan.
Bagi sebagian besar anak muda, hobi awalnya hanyalah sarana untuk menyalurkan emosi, melepas stres, atau mengisi waktu luang di sela rutinitas.
Namun, dengan percaya diri, fokus dan belajar dari banyak platform, hobi itu ujung-ujungnya bisa menjadikan peluang bisnis menjanjikan.
Baca Juga: Kejari Jember Tahan Kepala Dinas Aktif Jadi Tersangka Kasus Sosraperda
“Untuk anak muda yang passion-nya pada menggambar, pesan saya hanya satu. Kalau passion kalian ke hobi itu dan ingin mengembangkan serta menghasilkan sesuatu dari situ, tolong kalian harus percaya dan berjuang keras,” ucapnya.
Dimas menyebut, dua hal penting itu akan jadi dasar kalian mengembangkan hobinya. “Karena yang tahu passion itu menghasilkan atau tidak ya dari hasil kerja keras kalian. Bukan dari orang lain. Jadi kalau kalian tidak percaya akan mendapatkan uang, lalu bagaimana dengan orang lain,” tambahnya.
“Kebanyakan sekarang anak-anak muda ragu. Tapi kalau saya percaya akan mendapatkan hasil dari kerja keras. Jadi saya percaya,” pungkasnya. (bud)
Editor : Imron Hidayatullahh