Radar Jember – Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, diduga menjadi sasaran perampokan pada Kamis (22/10) pagi.
Pemilik toko, Lili Liong, sekitar 70 tahun, dan anak laki-lakinya, Ayong, sekitar 48 tahun, mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan dilarikan ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 itu diduga melibatkan dua orang pelaku.
Baca Juga: Dijual Rp 5 Ribu Per Kilo, Bulog Jember Gelontorkan SPHP Jagung Bagi Peternak Lokal
Berdasarkan keterangan saksi, salah seorang masuk ke dalam toko sambil membawa senjata tajam, sedangkan rekannya berada di bagian depan untuk mengawasi situasi.
Keduanya disebut datang menggunakan mobil berwarna putih yang diparkir di seberang toko.
Saksi mata Rudi Sutedjo mengaku mendengar suara gaduh sebelum mendatangi lokasi.
Baca Juga: IHSG Bergejolak Turun 11 Persen, Pakar Unmuh Jember Minta Investor Jangan Panik
Saat tiba, dia melihat kedua korban mengalami luka dan mengeluarkan darah.
“Di lokasi ada dua orang yang dibacok. Yang satunya di depan pintu, satunya di dalam toko,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Rudi, kedua korban merupakan ibu dan anak. Dia juga menyebut salah satu korban diketahui memiliki usaha penukaran uang.
Setelah kejadian, kedua terduga pelaku diduga melarikan diri menggunakan mobil ke arah timur. Rudi mengaku turut melaporkan peristiwa tersebut kepada polisi.
Sementara itu, pegawai toko, Riska Suciati, 41, mengaku berada di dalam toko ketika insiden berlangsung.
Dia mengetahui ada dua orang yang terluka, tetapi tidak melihat secara terperinci proses penyerangan karena memilih menyelamatkan diri bersama rekannya.
“Yang saya tahu kena bacok. Detailnya enggak tahu, karena saya tadi langsung kabur lari bersama teman menyelamatkan diri dan berusaha minta tolong warga,” katanya.
Kesaksian serupa disampaikan Siti Kholifah, 51, yang juga bekerja di toko tersebut.
Baca Juga: IHSG Bergejolak Turun 11 Persen, Pakar Unmuh Jember Minta Investor Jangan Panik
Dia menuturkan salah seorang terduga pelaku sempat mengatakan hendak menemui bosnya.
Namun, situasi berubah menegangkan setelah dia melihat senjata tajam yang dibawa salah seorang pria. Siti kemudian memilih meninggalkan toko untuk menghindari bahaya.
“Ayo, Mbak, lari, Mbak, soalnya bawa senjata,” ujar Siti, mengingat ajakan rekannya ketika berusaha menyelamatkan diri.
Dia juga menyebut kedua pria tersebut mengenakan masker hitam dan jaket bertudung.
Hingga saat itu, para saksi belum mengetahui secara pasti barang apa saja yang dibawa oleh terduga pelaku dari dalam toko emas tersebut.
Informasi dari saksi lain menyebut mobil yang digunakan diduga Toyota Yaris putih bernomor polisi G 1217 EG.
Namun, jenis kendaraan dan keaslian plat nomor tersebut belum terkonfirmasi secara resmi.
Sucahyo, pengemudi ojek daring yang berada di sekitar jalur pelarian, mengatakan mobil putih itu melaju ke arah timur setelah meninggalkan lokasi kejadian.
Menurut Sucahyo, kendaraan tersebut bahkan hampir menabrak rombongan anak sekolah yang sedang menyeberang di depan Masjid Jami’ kawasan Alun-Alun Jember.
“Mobil itu warna putih tadi kabur ke arah timur, bahkan di depan Masjid Jami’ mau menabrak rombongan anak-anak sekolah yang mau menyeberang jalan,” katanya. (jum/dhi)
Editor : M ADHI SURYA