Dijual Rp 5 Ribu Per Kilo, Bulog Jember Gelontorkan SPHP Jagung Bagi Peternak Lokal


Radar Jember – Ketersediaan jagung dengan harga terjangkau menjadi salah satu kebutuhan penting bagi peternak untuk menjaga biaya produksi tetap terkendali.
Pemerintah kembali menggulirkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung agar kebutuhan bahan baku pakan tetap terpenuhi. Perum Bulog Cabang Jember pun mulai menyalurkan tahap ketiga, Senin (19/10).
Pimpinan Bulog Cabang Jember M Ade Saputra mengatakan, penyaluran kali ini melanjutkan program serupa yang telah dilaksanakan dalam dua tahap sebelumnya.
Baca Juga: Pasutri Asal Jember Diduga Eksploitasi 7 Anak, Kasus Terbongkar Setelah Korban Kabur ke Terminal?
Pada tahap ketiga, pihaknya mendapat alokasi penyaluran sebanyak 1.273.400 kilogram atau sekitar 1.273,4 ton jagung untuk peternak di Jember.
"Program ini merupakan bagian dari penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Bulog untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mendukung stabilitas harga jagung di tingkat konsumen," kata Ade.
Ia menyebut, pada tahap pertama, realisasi penyaluran SPHP jagung di Jember mencapai 1.029.000 kilogram.
Jumlah tersebut kemudian bertambah 462.500 kilogram pada tahap kedua, sehingga total penyaluran dari kedua tahap mencapai 1.491.500 kilogram atau sekitar 1.491,5 ton.
Ade menjelaskan, komoditas jagung ini dijual dengan harga Rp 5.000 per kilogram di gudang Bulog.
Harga ini menjadi salah satu upaya untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan biaya yang lebih terukur, terutama ketika harga jagung di pasaran berpotensi memengaruhi ongkos produksi.
Penyaluran SPHP jagung diharapkan bisa mendukung keberlangsungan usaha peternak melalui ketersediaan cadangan jagung pemerintah (CJP) dengan harga yang telah ditetapkan.



