Radar Jember - Belakangan ini BBM Jenis Pertalite di pedagang eceran semakin sulit didapat. Sehingga banyak pedagang eceran memilih tidak jualan.
Karena untuk mendapatkan sepuluh liter saja harus antri lama. Itupun harus berangkat lebih pagi. Kalau bisa sebelum petugas melayani harus sudah di lokasi.
Hari, warga Wetan Gunung, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah mengaku dirinya berangkat lebih pagi demi mendapatkan BBM.
Menurutnya, jika datangnya terlambat atau datang agak siang, maka dipastikan akan semakin lama antre.
Baca Juga: Gali Potensi Robusta dan Liberika, Pemkab Jember Siapkan Branding Surga Kopi
“Saya ikut antre karena sudah banyak yang menjadi pelanggan, terpaksa antre walau harus berangkat lebih pagi," katanya.
Sementara itu, di sejumlah lokasi, banyak pedagang eceran yang terpantau kosong alias kehabisan BBM.
Hal ini tak hanya terjadi di Jenggawah, namun di beberapa kecamatan lain di Jember.
“Saya antre, karena BBM eceran banyak yang habis,” kata Sinta, salah satu warga lain yang akan bermain ke Pantai Payangan.
Baca Juga: Cek Gula Darah hingga Kesehatan Jiwa, 117 CJH Jelbuk Jember Jalani Tes Komprehensif
Di sisi lain, antrean panjang sempat terlihat di sejumlah SPBU di Jember.
Bukan hanya di kawasan kota, namun di beberapa SPBU lain di daerah pinggiran juga terjadi antrean yang cukup panjang.
Dengan seringnya antrean panjang di sejumlah SPBU di Jember, perlu ada terobosan agar hal ini tidak semakin menyita waktu.
Misalnya, menambah jumlah SPBU yang ada di Jember.
“Kalau ada tambahan SPBU, pastinya akan memberi banyak manfaat bagi warga Jember. Ini karena sering terjadi antrean panjang,” ucap Sinta. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh