Radar Jember - Olahraga menjadi salah satu cara menjaga kesehatan tulang dan sendi.
Namun, aktivitas fisik tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kemampuan tubuh, kesalahan pemanasan hingga penggunaan tubuh secara berlebihan justru dapat berujung pada cedera.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi RSU Unmuh Jember, dr. Dwiyanto Oktavia, mengatakan salah satu kesalahan yang kerap dilakukan saat berolahraga adalah tidak melakukan pemanasan.
Baca Juga: Intip Dapur Radar Jember! 56 Siswa SMAN Umbulsari Belajar Olah Berita Jadi Tulisan dan Video
Padahal, pemanasan diperlukan untuk mengondisikan otot dan tulang agar tidak kaget menerima aktivitas.
“Pemanasan itu apa sih? Peregangan otot. Tujuannya pemanasan. Pengkondisian otot dan tulang agar tidak kaget,” kata.
Dia mengibaratkan tubuh seperti mesin yang perlu dipanaskan sebelum digunakan untuk aktivitas olahraga. Selain pemanasan, penggunaan tubuh secara berlebihan atau overuse juga perlu dihindari.
Menurut Dwiyanto, masyarakat perlu mengenali kemampuan masing-masing ketika memilih jenis maupun intensitas olahraga. “Tahui batasan diri, bukan lampaui batasannya,” ujarnya.
Bagi masyarakat dengan berat badan berlebih yang ingin berolahraga, dia menyebut Japanese walking atau jalan cepat sebagai salah satu pilihan.
Baca Juga: BGN Bekukan 46 Dapur MBG di Jember setelah Sekian Lama Nunggak Izin Tapi Beroperasi
Bersepeda juga bisa dilakukan karena tumpuan tubuh berada pada saddle, sehingga berbeda dengan aktivitas lari yang memberikan tumpuan pada lutut.
Dwiyanto juga membedakan pilihan olahraga berdasarkan usia. Untuk usia 0 hingga 30 tahun, dia menyebut masih bisa melakukan berbagai jenis olahraga.
Namun, tetap dengan catatan tidak melakukan overuse dan tidak meninggalkan pemanasan.
Sementara bagi usia 30 tahun ke atas, dokter tersebut menyebut olahraga yang tidak menggunakan beban sebagai pilihan ideal.
Beberapa contoh yang disampaikan yakni bersepeda, berenang, serta nge-gym dengan beban yang tidak berat.
Baca Juga: Suami Megawati Hangestri Luruskan Isu Berat Badan: Turun 5-6 Kg, Bukan 22 Kg
Karena itu, olahraga tidak semata-mata soal mengejar kemampuan atau beban yang lebih berat.
Pemanasan, pemilihan jenis olahraga, serta kemampuan tubuh menjadi hal yang perlu diperhatikan. “Tahu batasan diri,” pungkas Dwiyanto. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh