Gelar Karpet Merah, Bupati Fawait Undang Investor Bikin SPBU Baru demi Atasi Krisis BBM di Jember

Maulana RJ • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:30 WIB
INSPEKSI: Bupati Gus Fawait saat melakukan inspeksi ke SPBU Gajah Mada dan SPBU di Gebang, Selasa malam (8/9). (DOKUMENTASI GUS FAWAIT)
INSPEKSI: Bupati Gus Fawait saat melakukan inspeksi ke SPBU Gajah Mada dan SPBU di Gebang, Selasa malam (8/9). (DOKUMENTASI GUS FAWAIT)

Radar Jember -  Pemerintah daerah secara terbuka membuka pintu selebar-lebarnya bagi para investor dan pemilik modal untuk membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru di Jember.

Langkah itu diambil untuk memutus rantai krisis BBM yang terus berulang di kota berpenduduk 2,6 juta jiwa ini.

​Bupati Jember Muhammad Fawait mengemukakan, kelangkaan pasokan BBM sudah terjadi hingga tiga kali dengan pola masalah yang identik, yakni ketergantungan penuh pada alur distribusi tunggal dari Pelabuhan Banyuwangi.

Baca Juga: Suplai BBM Jember Digenjot 146,6 Persen, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying   

Begitu terjadi kemacetan atau perbaikan jalan di jalur tersebut, maka ketersediaan BBM di Jember langsung terganggu.

​"Setiap ada gangguan distribusi di jalan, BBM kita pasti berkendala dan terjadi antrean panjang," kata Gus Fawait di sela inspeksi ke SPBU Gajah Mada dan SPBU di Gebang, Selasa malam (8/9).

Ia mengaku, harus turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah SPBU menyusul gelombang antrean panjang kendaraan yang kembali memadati sejumlah titik pengisian BBM.

​Untuk mengatasi persoalan jangka pendek, kata dia, Pemkab Jember meminta Pertamina segera mengurus pasokan tambahan ke SPBU.

Namun, untuk solusi jangka panjang, ia mendesak Pertamina di Jakarta agar memecah konsentrasi pasokan.

Baca Juga: SPBU Belum Buka Tapi Sudah Disesali Warga! Pedagang Eceran BBM Di Jember Nekat Antre Subuh

Ia menegaskan, Jember tidak boleh lagi menggantungkan nasib hanya pada Banyuwangi, tetapi harus disokong dari Surabaya, Malang, maupun daerah lainnya. Hal itu sebagaimana pola yang sukses diterapkan pada distribusi LPG.

"Dengan begitu, jika terjadi kendala di jalur Banyuwangi–Jember, kejadian seperti ini tidak akan terulang," terangnya.

Lebih lanjut, ia secara terbuka mengundang para pemodal untuk menambah infrastruktur SPBU di Jember.

Pemkab mencatat masih banyak wilayah kecamatan yang sama sekali belum memiliki SPBU, sehingga beban pengisian menumpuk di pusat kota.

Ia juga menjamin kemudahan proses investasi ini demi memastikan krisis BBM tak lagi menjadi 'penyakit tahunan' yang merugikan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Bongkar Bisnis di Tengah Antrean BBM Jember: Beli Resmi Rp 10 Ribu Dijual Lagi Rp 15 Ribu!

​"Kami akan mendorong para pengusaha dan pemilik modal untuk membangun SPBU di kecamatan-kecamatan yang belum ada fasilitasnya. Selain menjamin ketersediaan BBM, ini juga akan membuka lapangan pekerjaan baru," tambah Gus Fawait. (mau/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember bbm langka antrean bbm Gus Fawait