Suplai BBM Jember Digenjot 146,6 Persen, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying


JEMBER, Radar Jember – Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax ke Kabupaten Jember hingga 146,6 persen dari kebutuhan normal harian. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pemulihan stok di sejumlah SPBU setelah sempat terjadi antrean panjang akibat kendala distribusi dan lonjakan konsumsi masyarakat.
Penguatan pasokan dilakukan setelah distribusi BBM ke Jember sempat terganggu akibat kepadatan lalu lintas di jalur Ketapang–Banyuwangi. Kemacetan yang mencapai sekitar 12 kilometer tersebut terjadi seiring pekerjaan revitalisasi kapasitas dermaga ASDP.
Kondisi itu membuat waktu tempuh mobil tangki menjadi lebih panjang sehingga pengiriman BBM ke Jember tidak berjalan optimal.
Di sisi lain, konsumsi BBM jenis gasoline, terutama Pertalite dan Pertamax, juga mengalami peningkatan. Pertamina menilai aktivitas masyarakat yang meningkat serta pembelian berlebihan atau panic buying turut mendorong tingginya kebutuhan BBM. Untuk merespons kondisi tersebut, Pertamina melakukan koordinasi dengan Pemkab Jember melalui audiensi pada Minggu (6/9).
Baca Juga: Beda Pandangan di P-APBD Kabupaten Bondowoso, PKB Ingatkan Jangan Terjebak Pertentangan Politik
Pengiriman BBM kemudian ditingkatkan secara bertahap. Pada 6 September, pasokan gasoline ke Jember mencapai 704 kiloliter (KL) atau 109 persen dari kebutuhan normal harian sebesar 650 KL. Volume tersebut naik menjadi 880 KL atau 135,3 persen pada 7 September, sebelum kembali ditingkatkan menjadi 952 KL atau 146,6 persen pada 8 September 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penambahan pasokan dilakukan untuk mempercepat penguatan stok Pertalite dan Pertamax, khususnya di SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi.
“Pertamina terus memperkuat suplai ke Jember dengan meningkatkan volume pengiriman dan memprioritaskan SPBU yang membutuhkan, khususnya di wilayah pusat kota,” ujarnya.



