Stok Melimpah tapi Gaib! Hilangnya Pertalite di Jember Bikin Warga Curiga

Jumai RJ • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 06:00 WIB
MASIH ANTRE: Kondisi SPBU di daerah pinggiran Jember. Sejak pagi buta, sudah banyak masyarakat yang antre. (JUMAI/RADAR JEMBER)
MASIH ANTRE: Kondisi SPBU di daerah pinggiran Jember. Sejak pagi buta, sudah banyak masyarakat yang antre. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Pertanyaan soal keberadaan pertalite masih muncul di tengah klaim pasokan BBM di Jember ditambah. Apalagi, di tingkat pengecer termasuk Pom Mini justru lebih banyak menjual pertamax bukan pertalite.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (9/9) pagi di SPBU Tempurejo, antrean sepeda motor dan mobil masih mengular. Kendaraan roda dua bahkan berjajar hingga mendekati pintu masuk SPBU.

Padahal, pihak kepolisian memastikan stok pertalite di SPBU tersebut cukup. Aipda Totok, Kanit Binmas Polsek Tempurejo, menyebut Pertamina mengirim dua truk tangki dengan total 18.000 liter pertalite.

Baca Juga: Suplai BBM Jember Digenjot 146,6 Persen, Pertamina Minta Warga Tak Panic Buying   

“Persediaan BBM pertalite di SPBU Tempurejo cukup banyak. Kami sampaikan kepada warga bahwa BBM di sini aman,” ujarnya.

Namun, kondisi berbeda terlihat di tingkat pedagang eceran. pertalite masih sulit ditemukan, sementara sejumlah pedagang justru terlihat menjual pertamax.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di wilayah Tempurejo menunjukkan beberapa lapak pedagang eceran hanya menyisakan botol kosong. Sebagian lainnya masih menyediakan pertamax.

Kondisi serupa terlihat di wilayah Kawangrejo dan Lengkong, Kecamatan Mumbulsari. pertalite mulai tersedia di sejumlah pedagang, tetapi belum semua lapak menjualnya.

Salah satunya Mus, pedagang di Kawangrejo, yang menyediakan pertalite dan pertamax. Harga pertalite dipatok Rp 12 ribu, sedangkan pertamax Rp 18 ribu per liter. “Yang penting lancar karena pengiriman BBM pertalite di SPBU Tempurejo cukup banyak,” katanya.

Baca Juga: SPBU Belum Buka Tapi Sudah Disesali Warga! Pedagang Eceran BBM Di Jember Nekat Antre Subuh

Di sisi lain, antrean panjang juga terjadi di SPBU Jenggawah, Dusun Bringlawang, Desa Wonojati. Kendaraan roda empat bahkan memenuhi halaman hingga sisi jalan raya.

Sejumlah pedagang eceran terlihat mendominasi antrean. Mereka menggunakan sepeda motor untuk mengisi pertalite, kemudian kembali mengantre setelah selesai melakukan pengisian.

Faizal, 27, warga Wetan Gunung, Desa Wonojati, mempertanyakan praktik tersebut. Menurutnya, antrean semakin panjang karena pedagang eceran dapat keluar-masuk SPBU berkali-kali.

Masak pedagang eceran terlihat bebas keluar masuk. Kalau sudah mengisi, seharusnya tidak dilayani lagi,” ujarnya.

Menurut Faizal, kondisi itu merugikan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk bekerja dan mengantar anak sekolah, terutama saat antrean terjadi pada pagi hari. (jum/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Pertalite langka bbm langka antrean spbu antrean bbm