Angin Kencang Hantam Pesisir Jember! Nelayan Puger Pilih Parkir Jukung Dan Takut Melaut

Jumai RJ • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 05:56 WIB
TIDAK MELAUT: Sejumlah jukung hingga kapal nelayan terparkir di muara sungai Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)
TIDAK MELAUT: Sejumlah jukung hingga kapal nelayan terparkir di muara sungai Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Nelayan Puger tidak hanya terkendala ombak saat berangkat maupun pulang melaut. Beberapa pekan terakhir, kecelakaan laut terjadi akibat terjangan ombak.

Bahkan, hingga kini masih ada satu anak buah kapal (ABK) jukung bernama Pantes yang dilaporkan hilang.

Kini, nelayan juga menghadapi kendala angin kencang sejak Rabu (2/9) siang. Kondisi tersebut membuat sebagian nelayan memilih tidak berangkat melaut.

Baca Juga: Jember Dikepung Kekeringan, Baret Rescue Sindir Amunisi BPBD yang Pas-pasan - Radar Jember

Sementara, Nelayan yang berangkat sejak Selasa (1/9) masih relatif aman dari angin kencang.

Namun, nelayan yang baru berangkat pada Rabu (2/9) sore harus melaut bersamaan dengan kondisi angin yang mulai menguat.

Angin kencang masih terjadi hingga Kamis kemarin (3/9). Kondisi itu membuat sebagian nelayan yang menggunakan jukung jenis speed memilih tidak berangkat melaut.

Jukung mereka diparkir di sekitar jembatan Dusun Besini, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger.

Bukan hanya nelayan asal Puger yang memilih tidak melaut. Nelayan asal Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, juga melakukan hal serupa.

Baca Juga: Sebut Jember Hipermarket Bencana, DPRD Semprot Pemkab Soal Anggaran BPBD yang Anjlok

Puluhan jukung terlihat diparkir di muara Sungai Getem. Kondisi tersebut diperparah dengan plawangan atau pintu keluar-masuk jukung nelayan yang mulai dangkal.

Hal serupa dilakukan nelayan Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu. Mereka memilih tidak melaut karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

Satiman, 52, salah seorang nelayan, mengaku memilih tidak berangkat melaut. Selain kondisi ombak, angin yang cukup kencang juga menjadi pertimbangan.

“Kalau menggunakan jukung, memilih istirahat dulu karena anginnya cukup kencang,” katanya.

Sementara itu, KBO Satpolair Polres Jember di Puger, Aiptu Agus Rianto, terus memberikan imbauan kepada para nelayan agar mengutamakan keselamatan.

Baca Juga: Angka-Angka yang Belum Disampaikan Catatan atas Rencana Utang Rp786,57 Miliar Pemkab Jember

Agus mengimbau nelayan untuk menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca dan angin kembali aman. (jum/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Angin Kencang Nelayan Puger jukung ombak tinggi