Siap-Siap Macet! Jalur Tanggul-Jember Ditutup Total Mulai Jam 10 Pagi Selama Gelaran Tajemtra

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:07 WIB
Rekayasa lalu lintas selama gelaran Tajemtra 2026.
Rekayasa lalu lintas selama gelaran Tajemtra 2026.

Radar Jember — Gerak Jalan Tanggul–Jember Tradisional (Tajemtra) 2026 bakal digelar besok (5/9). Praktis, event tahunan ini akan membuat sejumlah ruas jalan di Jember mengalami penutupan dan pengalihan arus lalu lintas.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jember bersama Satlantas Polres Jember telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran kegiatan sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Penutupan jalur akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan pergerakan peserta Tajemtra yang melintasi rute sepanjang sekitar 30 kilometer dari Kecamatan Tanggul menuju pusat kota Jember. Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan pada sekitar pukul 10.00.

Baca Juga: Jember Dikepung Kekeringan, Baret Rescue Sindir Amunisi BPBD yang Pas-pasan - Radar Jember

Kepala Dishub Jember Gatot Triyono mengatakan, ratusan personel gabungan telah disiapkan untuk mengamankan titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.

Petugas akan ditempatkan mulai dari simpang tiga, simpang empat, hingga persimpangan yang menjadi jalur pertemuan arus kendaraan. 

"Kami sudah berkoordinasi intensif dengan Satlantas Polres Jember. Personel Dishub akan kami sebar di titik-titik krusial untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan jalur Tajemtra berjalan aman," kata Gatot, kemarin (3/9).

Selama pelaksanaan event, jalur utama yang menjadi lintasan peserta akan diprioritaskan untuk Tajemtra. Kendaraan umum tidak diperbolehkan melintas di jalur tersebut, kecuali kendaraan petugas dan armada darurat.

Dishub juga telah memasang rambu-rambu penutupan jalan serta papan petunjuk jalur pengalihan di sejumlah lokasi.

Baca Juga: Sebut Jember Hipermarket Bencana, DPRD Semprot Pemkab Soal Anggaran BPBD yang Anjlok

Masyarakat yang hendak menuju wilayah selatan Jember dapat menggunakan jalur alternatif melalui Kencong, Gumukmas, Puger, Balung, Wuluhan, hingga Ambulu.

Sementara itu, kendaraan dari luar kota yang melintas menuju arah Banyuwangi maupun Surabaya diimbau memilih jalur Pantura.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kepadatan kendaraan selama berlangsungnya Tajemtra.

Gatot berharap masyarakat dapat memahami pengaturan lalu lintas tersebut dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Menurutnya, kelancaran Tajemtra bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia dan petugas, tetapi juga membutuhkan dukungan pengguna jalan. 

"Kami mohon kerja sama masyarakat untuk mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan dan mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Dishub Jember gerak jalan tradisional Tajemtra