Radar Jember – Kondisi breakwater (pemecah ombak) di kawasan Plawangan Puger, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, berpotensi mengalami penyusutan.
Bagian depan bangunan yang berfungsi meredam gelombang laut kini semakin pendek setelah berulang kali diterjang ombak besar.
Breakwater tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi tinggi gelombang di pintu keluar-masuk perahu nelayan.
Baca Juga: Bikin Terperanjat! Ombudsman RI Puji Puskesmas di Jember Tak Kalah Keren dari Klinik Swasta Jakarta
Keberadaannya selama ini membantu meningkatkan keselamatan nelayan saat berangkat maupun kembali dari melaut melalui Plawangan Puger yang dikenal memiliki arus dan gelombang cukup kuat.
Namun, seiring seringnya gelombang besar menerjang kawasan tersebut, struktur bagian depan breakwater mengalami kerusakan cukup parah.
Batu pelindung dan konstruksi beton di bagian ujung banyak yang ambrol sehingga panjang bangunan terus berkurang.
Caturisma, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, mengatakan kerusakan breakwater sudah berlangsung cukup lama dan kini semakin mengkhawatirkan.
"Bagian depan sudah berantakan akibat diterjang ombak besar. Sekarang bangunannya semakin pendek sehingga sudah waktunya diperbaiki atau diperpanjang kembali," ujarnya.
Baca Juga: Siap Turun Ke Desa! Tiga Organisasi Profesi Kesehatan Kawal Program Homecare Bupati Jember
Menurut dia, keberadaan breakwater sangat penting karena mampu mengurangi hantaman gelombang terhadap jukung maupun perahu nelayan saat melintasi Plawangan Puger yang selama ini dikenal rawan kecelakaan laut.
"Kalau breakwater diperbaiki, gelombang yang masuk bisa berkurang sehingga perahu nelayan lebih aman saat keluar maupun masuk pelabuhan," katanya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan atau penambahan konstruksi pada bagian depan breakwater.
Agar fungsinya kembali optimal dan mampu memberikan perlindungan bagi aktivitas nelayan di kawasan tersebut. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh