120 Siswa SMPN 8 Jember Dikukuhkan Menjadi Duta Garda 8 agar Siswa Bisa Memilah Sampah dan Mengubahnya Jadi Nilai Tambah

Jumai RJ • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:33 WIB
DIKUKUHKAN: Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kabid Pembinaan SMP pada Kantor Dinas Pendidikan Jember didampingi Dwi Kristatiningsih, S.Pd.,M.M. Kepala SMPN 8 Jember saat mengukuhkan 120 Duta Garda 8 Jember di aula SMPN 8 Jember pada Jumat (31/7). (JUMAI/RADAR JEMBER)
DIKUKUHKAN: Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kabid Pembinaan SMP pada Kantor Dinas Pendidikan Jember didampingi Dwi Kristatiningsih, S.Pd.,M.M. Kepala SMPN 8 Jember saat mengukuhkan 120 Duta Garda 8 Jember di aula SMPN 8 Jember pada Jumat (31/7). (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Sebanyak 120 siswa SMPN 8 Jember dikukuhkan menjadi Duta Gerakan Sadar Sampah (Garda 8). Mereka siswa itu merupakan 5 orang perwakilan dari masing-masing 24 kelas, mulai dari kelas 7,8 hingga 9. Tentunya ini harus menjadi kebanggaan tersendiri setelah dikukuhkan menjadi perwakilan Duta Garda 8 disekolah. 

Launching program & inovasi Gerakan Sadar Sampah SMPN 8 Jember (Garda 8) dihadiri Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kabid Pembinaan SMP, Agus Maendra Paath Ketua Komite, Ahmad Nanang Rasyid Ketua Tim Garda 8, tim Bank Sampah dan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. SMPN 8 Jember "Melangkah Bersama Meraih Prestasi”
Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kepala Bidang Pembinaan SMP pada kantor Dinas Pendidikan Jember telah mengukuhkan 120 Duta Garda 8 (Gerakan Sadar Sampah) SMPN 8 Jember.

Tentunya ini menjadi tindak lanjut Program Bupati tentang pengelolaan sampah terutama dilingkungan sekolah khususnya di SMPN 8 Jember.

Bagaimana nantinya anak- anak bisa memiliki kesadaran untuk menjaga dan memelihara lingkungan yang ada disekitar. Tentunya harus  dimulai dari lingkungan sekolah, dengan kebiasaan harapannya nanti menjadi budaya di sekolah sehingga bisa diterapkan di rumahnya masing masing.

Baca Juga: Respons DPRD Jember soal Make-up Siswi: Tampil Terlalu Dewasa Memunculkan Persepsi yang Keliru!

Sehingga Kabupaten Jember yang saat ini darurat sampah bisa mulai terurai dari generasi nya siswa siswi SMPN 8 Jember. Sehingga untuk sampah disekolah, bagaimana nanti  sekolah bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi pusat pendidikan buat anak –anak untuk mencintai dan sadar pada lingkungan.

Jadi harapannya tidak ada sampah yang keluar dari sekolah. Sekolah harus memiliki program untuk menata, untuk mengelola sampah yang ada dilingkungan sekolah terlebih agar bagaimana sampah yang ada itu menjadi barang yang memiliki nilai guna atau memiliki nilai manfaat.

Sehingga sampah ada nilai jual seperti contoh sampah organik bisa menjadi kompos dan sampah an organik bisa menjadi nilai yang bermanfaat. Kabupaten Jember saat ini mulai darurat sampah bahkan TPA pakusari sudah ditutup, kata Rido’i.

Sementara Dwi Kristatiningsih Kepala SMPN 8 Jember mengatakan, pembentukan dan peluncuran program Garda 8 ini lahir sebagai bentuk komitmen dan perwujudan tindak lanjut nyata sekolah kami terhadap Program Bupati Jember terkait Pengelolaan Sampah Mandiri di Sekolah. 

Kita semua menyadari bahwa Kabupaten Jember saat ini sedang berhadapan dengan krisis dan tantangan pengelolaan sampah yang cukup serius.  Karena di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Pakusari sudah menolak sampah.

Baca Juga: Chelsea Pagari Joao Pedro Hingga 2033 Plus Gaji Mewah

Sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak boleh tinggal diam dengan kondisi Jember yang darurat sampah.
Oleh karena itu, Garda 8 hadir sebagai jawaban dan langkah konkrit yang secara terstruktur telah kita masukkan ke dalam kegiatan Kokurikuler setiap hari Jumat. 

FOTO BERSAMA:  Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kabid Pembinaan SMP pada Kantor Dinas Pendidikan Jember bersama Dwi Kristatiningsih, S.Pd.,M.M. Kepala SMPN 8 Jember saaat foto bersama para Duta Garda 8 Jember. (Jumai/ Radar Jember)
FOTO BERSAMA: Muhammad Rido’i, S.Pd, M.Pd Kabid Pembinaan SMP pada Kantor Dinas Pendidikan Jember bersama Dwi Kristatiningsih, S.Pd.,M.M. Kepala SMPN 8 Jember saaat foto bersama para Duta Garda 8 Jember. (Jumai/ Radar Jember)

Menurut Kepala Sekolah bahwa, "Bumi ini tidak hanya kita warisi dari nenek moyang, tetapi juga kita pinjam dari anak cucu kita.". Kata-kata bijak ini mengingatkan kita bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukanlah pilihan, melainkan sebuah kewajiban.

Melalui program ini, harapan besar kita tidak berhenti hanya pada terwujudnya kemandirian warga sekolah dalam mengelola sampah. Lebih jauh dari itu, kami berharap anak-anakku dan seluruh warga sekolah yang telah teredukasi mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa ilmu ini ke rumah masing-masing. 

Kalian harus mampu mengedukasi keluarga dan lingkungan masyarakat di sekitar tempat tinggal kalian, sehingga kesadaran kolektif ini dapat tumbuh luas dan permasalahan sampah di Kabupaten Jember secara bertahap dapat teratasi bersama.

120 Duta Garda 8 yang membanggakan, perwakilan 5 siswa dari masing-masing 24 kelas, yakni kelas 7, 8, dan 9. Tentunya ini merupakan kebanggaan dari masing-masing perwakilan kelas. Dari 768 siswa itu ada 120 yang dikukuhkan menjadi Duta Garda 8, pungkas Kepala Sekolah. 

Ahmad Nanang Rasyid Ketua Tim Garda 8, belakangan ini bapak Caraka / pak kebun kesulitan membuang sampah ke TPA Pakusari. Karena hanya sampah tertentu saja yang boleh dibuang ke TPA.

Selama ini dilingkungan sekolah dan didepan terlihat bersih. Nyatanya masih banyak sampah yang tidak terlihat seperti diselokan. Selama ini masih banyak siswa yang tidak membuang sampah pada tempat yang sudah ada disekolah.

Baca Juga: Tak Ada Larangan Mutlak! Kacabdin Jember Buka Suara Soal Aturan Make-Up Pelajar di SMA dan SMK

Untuk menangani soal sampah disekolah pak kebun dan guru tidak bisa kerja sendiri, tanpa kesadaran siswa itu sendiri. Untuk menjadikan sekolah itu bersih tentunya harus ada dukungan dari guru dan siswa itu sendiri dan ia menyampaikan kalau akan ada 4 Program yang masuk dalam Kokurikuler sekolah yaitu Penanaman sikap gerakan sadar sampah berkelanjutan.

"Rumah Sampah" (Pembuatan tempat sampah ramah lingkungan), "Lubang Hijau Nusantara" (Pembuatan pupuk kompos) dan "Jejak Hijau Plastik" (Pembuatan paving blok dari plastik) kata Nanang. 

Kayla Tri Rahma kelas kelas 8G yang juga ikut serta dalam JFC 2026 dengan tema HEAL  mengatakan, selaras dengan terpilihnya menjadi Duta Garda  8 disekolah merupakan suatu kehormatan. Karena dari masing-masing kelas hanya dipilih 5 anak saja.

Setelah bisa melakukan hal ini disekolah, nantinya akan mengajak warga yang ada dlingkungan rumah untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bahkan mengolah sampah sehingga bernilai jual.(jum).

Editor : Imron Hidayatullahh
Jember Berita Jember Peduli Lingkungan siswa smp