Radar Jember - Kekosongan kepengurusan definitif di tubuh PCNU Jember usai berakhirnya masa khidmat tanpa terlaksananya Konferensi Cabang (Konfercab) akhirnya direspons Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Melalui surat keputusan, PBNU menunjuk kepengurusan karteker yang dipimpin Prof Babun Suharto untuk menyiapkan Konfercab dalam waktu tiga bulan.
Babun mengatakan, penunjukan tersebut merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Sesuai mandat yang diberikan PBNU, karteker tidak hanya bertugas menjalankan roda organisasi, tetapi juga memastikan seluruh tahapan menuju Konfercab dapat terlaksana sesuai aturan dalam batas waktu tiga bulan.
"Ini adalah mandat yang harus kami emban dan kami tuntaskan sebaik-baiknya," ujarnya.
Sejak ditunjuk sebagai Ketua Karteker PCNU Jember, tertanggal 14 Juli lalau, pihaknya memilih memulai pekerjaan dari dalam organisasi.
Konsolidasi internal menjadi langkah pertama agar seluruh jajaran memiliki kesamaan pandangan terhadap agenda yang harus segera diselesaikan.
“Kami juga telah koordinasi dengan kepengurusan sebelumnya, sebagai upaya tetap mengutamakan etika komunikasi organisasi,” imbuhnya.
Selain konsolidasi, penyelesaian berbagai urusan administratif juga menjadi prioritas. Menurut Babun, administrasi yang tertib menjadi fondasi penting sebelum organisasi memasuki tahapan yang lebih besar, yakni penyelenggaraan Konfercab untuk memilih kepengurusan definitif.
Tahapan berikutnya, kata Babun, adalah melakukan peninjauan administrasi Majelis Wakil Cabang (MWC) NU di seluruh Kabupaten Jember. Sebanyak 26 MWC NU akan diperiksa untuk memastikan seluruh dokumen dan mekanisme organisasi telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Langkah yang akan kami lakukan sebelum menuju Konfercab tentu meninjau administrasi MWC NU di 26 kecamatan se-Jember. Kami ingin memastikan semuanya sudah tertib," katanya.
Apabila seluruh administrasi dinyatakan lengkap dan sesuai ketentuan, barulah karteker akan membentuk panitia Konfercab.
Menurut Babun, proses tersebut tidak ingin dilakukan tergesa-gesa karena Konfercab harus menjadi forum yang berjalan tertib, transparan, dan memiliki legitimasi organisasi yang kuat.
"Kalau semua sudah tertib sesuai administrasi, nanti kami mulai merancang pembentukan panitia Konfercab," tegasnya.
Di samping itu, memastikan akan berpegang teguh pada garis koordinasi dengan seluruh elemen organisasi, tanpa adanya intervensi eksternal Mulai dari Rais Syuriah PCNU Jember, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur hingga PBNU.
"Kami akan samikna wa atho'na terhadap garis koordinasi organisasi, baik kepada Rais Syuriah, PWNU Jawa Timur maupun PBNU. Dengan begitu seluruh tahapan menuju Konfercab dapat berjalan sesuai aturan organisasi," pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh