Radar Jember – Putusnya tali tambang getek penyeberangan di Sungai Bedadung memaksa warga Dusun Darungan, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, mencari jalur alternatif.
Meski belum rampung, jembatan gantung yang masih dalam tahap penyelesaian akhirnya menjadi satu-satunya akses untuk menyeberang.
Sejak Senin pagi (27/7), jembatan tersebut dipadati warga. Mayoritas merupakan ibu-ibu yang mengantar anak ke PAUD Budi Utomo, SDN Jubung 01, dan SDN Jubung 02.
Selain itu, sejumlah warga yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Perumahan Griya Mangli Indah (GMI) juga memanfaatkan jembatan tersebut.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, jembatan gantung tersebut memang sudah dapat dilalui setelah kedua sisinya tersambung.
Namun, pekerjaan belum sepenuhnya rampung karena pagar pengaman masih dalam proses penyelesaian. Kondisi lantai jembatan dari pelat besi juga licin akibat diguyur hujan.
Meski demikian, warga tetap melintas. Tidak hanya pejalan kaki, pengendara sepeda motor juga nekat menggunakan jembatan tersebut sebagai akses penyeberangan.
Kepala Dusun Darungan Wahyudi menjelaskan, getek rakitan tidak bisa lagi digunakan setelah banjir melanda Sungai Bedadung pada Minggu sore (26/7).
Arus sungai yang deras membawa batang bambu hingga menyangkut di tali tambang plastik penarik getek. "Akibatnya tali tambang putus dan getek terseret arus," ujarnya.
Karena getek tidak dapat dioperasikan, warga tidak memiliki pilihan selain melintasi jembatan gantung yang masih dalam proses penyelesaian.
"Yang paling banyak menggunakan penyeberangan ini ibu-ibu yang mengantar anak sekolah ke PAUD, SDN Jubung 01, dan SDN Jubung 02. Ada juga warga Dusun Darungan Selatan yang bekerja di GMI," katanya.
Hotimah, warga Dusun Darungan Utara, mengaku biasanya menggunakan getek untuk mengantar putrinya ke PAUD. Namun sejak getek hanyut, ia terpaksa melewati jembatan gantung meski kondisinya belum sepenuhnya selesai.
"Saya dan anak biasanya naik getek. Karena geteknya terseret arus, sekarang terpaksa lewat jembatan," tuturnya.
Menurutnya, warga harus berjalan sangat hati-hati karena pagar pengaman di sisi jembatan belum terpasang.
"Harus pelan-pelan karena pagar pengamannya belum ada. Untung jembatannya sudah bisa dilewati. Kalau tidak, kami harus memutar cukup jauh," imbuhnya.
Pantauan Radar Jember, aktivitas penyeberangan warga berlangsung bergantian. Meski konstruksi jembatan belum sepenuhnya selesai, akses tersebut menjadi andalan sementara hingga getek kembali dapat dioperasikan atau pembangunan jembatan benar-benar rampung. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh