Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gak Berlaku Lagi Jurus Datang Jam 6 Pagi, Kepala SDN Kebonsari 04 Jember Ungkap Siasat Lunturkan Tradisi Rebutan Bangku!

Sidkin • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:00 WIB
SIAP BELAJAR: Para murid baru kelas I menjalani MPLS di dalam kelas, Senin (13/7). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)
SIAP BELAJAR: Para murid baru kelas I menjalani MPLS di dalam kelas, Senin (13/7). (SIDKIN ALI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Istilah siapa cepat, dia dapat bangku paling depan seolah menjadi tradisi setiap awal tahun ajaran. Namun, suasana itu kini mulai memudar. Walau sebagian orang tua wali murid beranggapan itu masih ada, tapi mulai dilunturkan dengan sistem rolling tempat duduk

Kepala SDN Kebonsari 04 Jember Imam Mustofa mengatakan, kebiasaan datang lebih awal demi mendapatkan bangku depan hampir tidak lagi.

Sebab, sekolah menerapkan sistem perpindahan tempat duduk secara berkala sehingga seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama menempati bangku terdepan, tengah, hingga belakang.

Baca Juga: Korupsi Sosraperda Dewan Terbukti, Kejari Jember Bidik Tersangka Baru

"Untuk tempat duduk ini tidak semata-mata yang datang lebih awal bisa memilih sesuai keinginan. Nanti secara berkala guru akan melakukan rolling tempat duduk, sehingga semua merasakan hak dan suasana yang sama," ujarnya.

Menurut Imam, kebijakan tersebut sekaligus menghilangkan potensi kecemburuan antarsiswa sejak hari pertama sekolah.

Di sisi lain, antusiasme orang tua justru terlihat dari banyaknya wali murid yang meluangkan waktu untuk mengantar anak mereka mengikuti MPLS. Bahkan, kepadatan di sekitar sekolah pada pagi hari sempat melebihi perkiraan.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS tahun ini juga menjadi momentum menanamkan budaya sekolah yang aman dan nyaman.

Salah satu pesan yang terus ditekankan kepada para siswa baru adalah menjauhi segala bentuk perundungan selama menempuh pendidikan. "Harapannya, selama belajar di sekolah, mereka bisa menghindari tindakan bullying," harapnya.

Baca Juga: Kuliah Gratis Dibuka 20 Juli! Pemkab Jember Siapkan 4.200 Kuota Baru Beasiswa Cinta Bergema Beranggaran Rp 59 M

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jember Nurul Hafid Yasin menambahkan, tidak ada aturan khusus terhadap pemilihan bangku sekolah bagi siswa baru. Pihaknya menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada sekolah seperti rolling atau perpindahan rutin.

“Fenomena siapa yang cepat bisa pilih bangku,Red) sudah tidak ada. Penentuan tempat duduk sepenuhnya ditentukan oleh sekolah,” pungkasnya. 

Hal itu juga dipertegas oleh pengalaman Setyana, wali murid di SDN Karangrejo 03. “Awalnya saya kira pemilihan tempat duduk itu cepat-cepatan. Sampai suami, saya suruh datang pukul 06 untuk mengamankan tempat duduk,” ungkapnya.

Setelah proses belajar mengajar, tambah dia, rupanya ada rolling tempat duduk. “Hanya hari pertama saja di MPLS bisa menentukan tempat duduk. Seterusnya di rolling oleh guru kelas,” ucap wali murid kelas III ini.

Sementara, Siswanto wali murid kelas I SDN Karangrejo 03 mengaku, pada hari pertama MPLS kemarin, anaknya duduk paling belakang. Karena datang ke sekolah pukul 06.45.

Baca Juga: Respons Cepat Aduan 'Wadul Guse', Pemkab Jember Gelontorkan Rp 1,4 Miliar demi Muluskan Jalur Wonojati-Sruni!

“Pulang dari mengantarkan pulang sekolah di hari pertama MPLS, ada rasa khawatir anak saya akan duduk di belakang terus,” terangnya.

Namun, pada hari kedua MPLS, ternyata tempat duduk buah hatinya itu berubah. “Sekarang tempat duduknya bergeser lebih maju, tidak paling belakang lagi. Yang menentukan dari guru, karena di setiap tempat duduk ada topi bertuliskan nama anak,” tuturnya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
hari pertama sekolah Jember MPLS Dispendik Jember siswa baru