Radar Jember – Nelayan asal Dusun Getem dan Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, mengeluhkan sulitnya akses saat hendak berangkat maupun pulang melaut.
Kondisi ini dipicu oleh pendangkalan yang terjadi di muara plawangan.
Saat pulang melaut, tidak sedikit perahu jukung nelayan yang kandas di sekitar area plawangan. Akibatnya, para nelayan terpaksa turun ke air untuk mendorong perahu mereka agar bisa melintas.
Untuk bisa lolos dari jebakan pasir, nelayan harus cerdik memanfaatkan momentum datangnya ombak besar.
Baca Juga: Sekolah Rakyat Jember Rasa Taruna Nusantara: Bukti Sahih Mesranya Hubungan Pemkab dan Pusat
Begitu ombak datang, perahu baru bisa terangkat dan didorong bersama-sama menuju pantai.
Fenomena ini terlihat jelas pada beberapa jukung yang sempat tertahan, di mana pemilik perahu dan anak buah kapal (ABK) harus berjibaku mendorong kapal mereka.
"Kalau pas pulang bersamaan dengan ombak datang, perahu masih bisa lolos. Tetapi, kalau pas melewati plawangan gelombangnya kecil, di situ yang rawan kandas," ujar Pak Reni, salah seorang nelayan setempat.
Menanggapi situasi ini, Ps KBO Satpolairud Polres Jember di Puger, Aiptu Agus Rianto, mengimbau para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan plawangan.
Baca Juga: Respons Aduan Wadul Guse, Pemkab Jember Potong Kompas Rantai Distribusi Lewat Skema Ekstrem Ini!
Mengingat, selain risiko ombak besar, ancaman perahu kandas akibat pendangkalan juga mengintai sewaktu-waktu.
"Kami meminta para nelayan untuk selalu waspada, baik saat berangkat maupun saat pulang melaut. Yang terpenting, selalu gunakan pelampung (life jacket) demi keselamatan," pungkasnya. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh