Radar Jember – Kopi telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat, namun seringkali dituding sebagai pemicu berbagai masalah kesehatan. Persepsi ini kini mendapat koreksi dari para ahli medis.
Faktanya, kopi hitam tanpa tambahan bahan lain bukanlah penyebab diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, maupun hipertensi. Kopi justru merupakan minuman berkafein yang aman dan menyehatkan, selama dikonsumsi dengan bijak.
Dokter RSU Unmuh Jember, dr. Madha Qoyyuledy Tursina, menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang dikhawatirkan selama ini bukan berasal dari kopinya, melainkan dari bahan tambahan yang menyertainya.
"Yang bikin risiko obesitas, diabetes, sampai kolesterol itu bukan kopinya, tetapi campuran gula, sirup, krimer, dan whipped cream yang tinggi kalori," tegasnya.
Lebih jauh, dr. Madha menguraikan kandungan kopi yang bermanfaat. Kafein dan antioksidan dalam kopi memiliki dampak positif bagi tubuh, seperti membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, serta menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.
Secara umum, konsumsi kafein harian dianggap aman selama tidak melebihi 400 miligram per hari. Jumlah ini setara dengan sekitar dua hingga empat cangkir kopi, tergantung pada jenis biji kopi dan tingkat konsentrasi kafeinnya.
Namun, dr. Madha mengingatkan bahwa setiap individu memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein. Hal ini menjadikan penting bagi setiap orang untuk mengenali respons tubuhnya masing-masing.
Bagi mereka yang sensitif terhadap kafein, konsumsi satu gelas kopi saja sudah dapat memicu keluhan. Gejala-gejala yang mungkin timbul antara lain: jantung berdebar (palpitasi), nyeri ulu hati (heartburn), rasa gelisah, dan cemas, serta sulit tidur (insomnia).
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri mengikuti kebiasaan minum kopi orang lain. Kelompok yang memiliki riwayat hipertensi atau gangguan lambung juga perlu lebih berhati-hati.
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan merangsang produksi asam lambung, sehingga berpotensi memperburuk kondisi jika dikonsumsi secara berlebihan atau saat perut masih kosong.
Sebagai penutup, dr. Madha memberikan beberapa tips praktis untuk menikmati kopi dengan cara yang paling aman. Pertama, pilih kopi hitam tanpa banyak tambahan gula dan lemak (krimer/susu kental manis).
Kedua, kurangi gula. Jika menggunakan gula, maka mintalah kadar gulanya dikurangi secara bertahap. Ketiga, pemanis rendah kalori: gunakan pemanis rendah kalori sebagai alternatif, jika diperlukan.
Terkahir, opsi tanpa kafein (decaf): kopi decaffeinated bisa menjadi pilihan yang sangat baik bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
"Kalau tidak sensitif, cukup satu sampai dua gelas sehari sudah aman. Yang penting, jangan diminum saat perut kosong dan kenali batas kemampuan tubuh masing-masing," pungkas dr. Madha. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh