Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lebih Aman dari Pantai! Sungainya Dibendung, Destinasi Murah di Panti Jember Ini Jadi Buruan Utama Healing Keluarga

Jumai RJ • Selasa, 7 Juli 2026 | 06:01 WIB
WISATA ALAM: Kampung durian di Desa Pakis, Kecamatan Panti, juga menyuguhkan permainan untuk anak-anak. (JUMAI/RADAR JEMBER)
WISATA ALAM: Kampung durian di Desa Pakis, Kecamatan Panti, juga menyuguhkan permainan untuk anak-anak. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Debu jalanan yang menyapa saat memasuki Dusun Pakis Utara, Desa Pakis, Kecamatan Panti, seketika luruh saat gemericik air mulai terdengar.

Di balik rimbunnya pepohonan kaki Gunung Argopuro, terselip sebuah destinasi wisata yang belakangan kembali menjadi magnet bagi warga Jember: Kampung Durian.

Meski sejatinya destinasi ini sudah ada sejak era kepemimpinan Bupati MZA Djalal, gaungnya sempat meredup dimakan waktu. Kini, di tengah momen libur sekolah, banyak wajah baru yang justru baru pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Mereka datang bukan untuk mencari kemewahan, melainkan mencari kesederhanaan yang kini mulai langka ditemukan di pusat kota.

Baca Juga: Bukan Kurangi Porsi Makan! Dokter RSU Unmuh Jember Bongkar Cara Diet Ibu Hamil yang Benar Tanpa Bikin Janin Kelaparan

Salah satu yang terpesona adalah Sundari, seorang ibu berusia 45 tahun asal Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu.

 Ia tampak sumringah, sesekali tertawa melihat cucu-cucunya yang sibuk bermain air. Ia datang jauh-jauh dari kawasan pesisir selatan itu bersama kerabatnya dari Desa Tamansari, Wuluhan, menempuh perjalanan yang tak singkat.

"Baru kali ini saya datang ke Kampung Durian. Ternyata suasananya nyaman sekali, hawanya dingin, dan jauh dari kebisingan kendaraan," ujar Sundari sembari mengawasi cucunya yang tengah asyik berenang dengan ban pelampung.

Namun, ia tak menampik bahwa akses jalan menuju lokasi masih menjadi "catatan kaki" bagi para pengunjung. “Jalannya memang masih ada yang rusak. Kalau naik mobil mungkin tidak terlalu terasa, tapi kalau pakai motor, cukup menguji nyali juga," keluhnya.

Baca Juga: Ikan Lagi Sepi, Nelayan Puger Jember Nekat Sulap Jukung Jadi Perahu Wisata, Omzetnya Malah Bikin Kaget

Kendati demikian, rasa lelah di perjalanan seolah terbayar lunas oleh atmosfer kampung yang bersahaja dan kerindangan pohon-pohon di sekitar lokasi.

Bagi Sundari, Kampung Durian adalah jawaban bagi orang tua yang ingin mengajak anak-anak berlibur tanpa harus merasa cemas isi dompet terkuras.

Kebebasan menjadi daya tarik utama. Tidak ada aturan ketat mengenai makanan; pengunjung dibebaskan membawa bekal dari rumah.

Pemandangan keluarga yang menggelar tikar, membawa nasi kotak, dan menyeduh kopi di pinggir sungai menjadi pemandangan lazim yang menambah kehangatan suasana.

"Daripada ke pantai yang harus ekstra waspada kalau anak-anak minta mandi, di sini jauh lebih tenang. Airnya jernih, dingin, dan sungainya sudah dibendung, jadi aman untuk anak-anak," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Adam, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari. Baginya, keamanan adalah prioritas nomor satu saat membawa buah hati berlibur.

Di tengah arus sungai yang dibendung, anak-anak bisa bermain air dengan relatif aman. Mereka bisa belajar berenang atau sekadar mengapung menggunakan ban yang disewakan oleh pengelola setempat.

"Tempatnya teduh, sangat cocok untuk keluarga yang ingin healing tipis-tipis. Anak-anak saya senang sekali, karena di sini mereka bebas berekspresi tanpa terikat aturan wisata yang kaku," ujar Adam.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lapangan, sejak Senin (6/7) pagi, pengunjung sudah mulai memadati lokasi. Deretan tenda yang disewakan di pinggir sungai tampak penuh terisi oleh kelompok keluarga yang tengah bercengkerama.

Baca Juga: Nekat VCS Bareng Kenalan Medsos? LBH Jentera Perempuan Jember Bongkar Trik Licik Pelaku Peras Ibu-Ibu Lewat Cara Ini

Aliran air yang jernih, yang bersumber langsung dari pegunungan, seolah menjadi "AC alami" yang membuat siapa saja betah berlama-lama menghabiskan waktu di sana hingga sore menjelang.

Kampung Durian kini bukan lagi sekadar destinasi masa lalu. Ia kembali bangkit sebagai alternatif wisata edukasi dan keluarga yang murah meriah. Di tengah gempuran tren wisata modern, tempat ini membuktikan bahwa pesona alam yang dirawat dengan sederhana, jika dipadukan dengan kehangatan kekeluargaan, akan selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Bagi warga Jember yang bosan dengan hiruk-pikuk pusat kota, Kampung Durian di Desa Pakis menawarkan paket lengkap: kesejukan alam, keamanan bagi buah hati, dan tentu saja, harga yang sangat ramah di kantong. Sebuah pelarian singkat yang layak untuk dicoba di akhir pekan atau masa liburan panjang. (jum/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #wisata jember #Panti #kampung durian