Radar Jember - Kepulangan jemaah haji asal Jember mulai berlangsung sejak Rabu (24/6).
Secara bertahap, para tamu Allah tersebut dijadwalkan kembali ke tanah air, diawali oleh jemaah yang tergabung dalam kloter 90.
Sementara itu, sebagian kloter lainnya masih menjalani tahapan akhir sebelum keberangkatan.
Salah satunya penimbangan koper yang dilakukan dua hari sebelum jadwal terbang dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh mengatakan, petugas maskapai akan mendatangi hotel tempat jemaah menginap untuk memeriksa barang bawaan.
Koper besar dibatasi maksimal 32 kilogram, sedangkan koper kabin hanya diperbolehkan seberat 7 kilogram.
"Penimbangan dilakukan H-2 keberangkatan. Jadi, koper besar harus sudah selesai dikemas dan dikunci sebelum petugas datang,” katanya.
Dia mengingatkan, setelah proses penimbangan selesai, jemaah tidak diperkenankan lagi memasukkan tambahan barang ke dalam koper besar.
Karena itu, seluruh kebutuhan yang akan dibawa pulang harus sudah dipastikan lengkap sebelumnya.
“Kalau sudah ditimbang, koper besar tidak boleh dibuka lagi untuk menambah barang. Maka, jemaah kami minta mempersiapkan semuanya lebih awal,” ujar Nur Sholeh.
Selain memperhatikan berat barang bawaan, pihaknya juga terus mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan.
Salah satu yang masih sering menjadi perhatian adalah membawa air zamzam di luar ketentuan yang berlaku.
“Air zamzam tidak boleh dimasukkan sendiri ke koper atau dibawa ke kabin. Sudah ada distribusi resmi yang disiapkan untuk jemaah,” jelasnya.
Menjelang kepulangan, kondisi kesehatan jemaah juga terus dipantau. Mereka harus dipastikan dalam keadaan layak terbang agar dapat kembali bersama kloter masing-masing.
Setibanya di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, proses kedatangan tahun ini disebut lebih ringkas.
Setelah menjalani verifikasi singkat, jemaah langsung diberangkatkan menuju daerah asal dengan armada bus yang telah disiapkan. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh