Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Zonasi Hari Terakhir Macet Total, SMPN 4 Sumberjambe Pasrah Cuma Dapat 10 Murid Akibat Kalah Pamor dari Ponpes!

Jumai RJ • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:00 WIB
BURU SEKOLAH NEGERI: Orang tua saat mendaftarkan putranya di SMPN 2 Panti, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti. (JUMAI/RADAR JEMBER)
BURU SEKOLAH NEGERI: Orang tua saat mendaftarkan putranya di SMPN 2 Panti, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Panti. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember – Hingga hari terakhir, kemarin (24/6) pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili, sejumlah SMPN di wilayah pinggiran masih belum terpenuhi.

Salah satunya di SMPN 2 Panti, Kecamatan Panti. Hingga hari ketiga, jumlah pendaftar jalur zonasi baru mencapai sekitar 140 calon siswa dan belum memenuhi pagu yang tersedia.

Meski demikian, pihak sekolah optimistis jumlah tersebut akan bertambah setelah pengumuman pada Senin (29/6).

Kepala SMPN 2 Panti, Leksono Wahyoe Widayat, mengatakan masih ada kemungkinan tambahan siswa dari hasil seleksi di sekolah pilihan pertama.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Jember! Mengurus KTP-el Baru Karena Pindah, Rusak, hingga Hilang Kini Makin Jelas dan Terstruktur

“Biasanya setelah pengumuman, siswa yang tidak diterima di pilihan pertama akan masuk ke pilihan kedua. Semoga ada yang masuk ke SMPN 2 Panti,” ujarnya.

Sementara, di SMPN 8 Jember, dari awalnya kuota jalur domisili 128 kursi bertambah 11 kursi dari jalur mutasi yang tidak terisi. Sehingga, total pagu jalur domisili menjadi 139 kursi.

Jumlah pendaftar tercatat baru sekitar 118 calon siswa. Kepala SMPN 8 Jember, Dwi Kristatiningsih, menyebut kekurangan tersebut umumnya akan tertutupi setelah pengumuman, karena banyak siswa menjadikan sekolah SMPN 8 Jember sebagai pilihan kedua.

“Jadi jumlah pendaftar antara hari terakhir dan kedua itu sama. Hari terakhir (24/6) tidak ada penambahan jumlah pendaftar,” terangnya.

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Dua Kecelakaan Truk, Satu Pengendara Tewas

Sementara itu, di SMPN 2 Mumbulsari, masih lowong satu rombel yaitu 28 kursi, dari jumlah kuota yang tersedia berjumlah tiga rombel (84 kursi).

Adapun di SMPN 4 Sumberjambe, hingga penutupan jalur zonasi hanya sekitar 10 siswa yang mendaftar.

Kepala SMPN 4 Sumberjambe Muhammad Abrori, mengatakan pada hari ketiga pendaftaran, kemarin (24/6) tidak ada pergerakan jumlah pendaftar.

Dia mengakui, kondisi minim calon pendaftar tersebut karena banyak anak lulus SD yang lanjut ke sekolah swasta dan nyantri ke ponpes.

Sedangkan, wilayah Kecamatan Kalisat, SMPN 4 Kalisat juga masih kekurangan peminat dengan jumlah pendaftar baru sekitar 15 siswa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sejumlah sekolah di wilayah pinggiran masih bergantung pada pergerakan siswa dari sekolah pilihan utama dalam proses seleksi SPMB.

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Dua Kecelakaan Truk, Satu Pengendara Tewas

Sebelumnya, Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember M. Rido’i menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini, masih terdapat anggapan di masyarakat mengenai adanya sekolah favorit dan nonfavorit.

Kondisi tersebut menyebabkan pendaftar menumpuk di sejumlah sekolah, terutama yang berada di kawasan perkotaan.

Meski demikian, di sisi lain masih ada beberapa sekolah yang belum mampu memenuhi kuota peserta didik baru.

“Padahal kami sudah menyampaikan kepada masyarakat bahwa semua sekolah sama, gurunya sama, kualitasnya juga sama. Tetapi memang masih ada image atau stigma sekolah favorit dan tidak favorit,” pungkasnya. (jum/kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#penerimaan murid baru #Jember #spmb #Dispendik Jember