Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hampir Tiap Hari Terima Laporan! BPBD Jember Warning Lonjakan Kasus Kebakaran Rumah Tinggal di Musim Kemarau!

Jumai RJ • Kamis, 25 Juni 2026 | 05:00 WIB
LUDES DILALAP API: Polisi melakukan olah TKP di rumah warga Mangli yang terbakar akibat hubungan arus pendek listrik pada April lalu. (JUMAI/RADAR JEMBER)
LUDES DILALAP API: Polisi melakukan olah TKP di rumah warga Mangli yang terbakar akibat hubungan arus pendek listrik pada April lalu. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Musim kemarau membawa peningkatan risiko kebakaran. Ancaman tersebut tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga dari lingkungan rumah.

Berbagai aktivitas rumah tangga seperti penggunaan kompor, hingga kebiasaan membakar sampah di dekat permukiman dapat memicu terjadinya kebakaran.

Namun, di sisi lain ada satu penyebab yang sering terjadi yaitu korsleting listrik.

Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Jember! Mengurus KTP-el Baru Karena Pindah, Rusak, hingga Hilang Kini Makin Jelas dan Terstruktur

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan tren kejadian kebakaran mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hampir setiap hari pihaknya menerima laporan kebakaran dari berbagai kecamatan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu malam (10/6) yang menghanguskan rumah milik Seniman alias Pak Satuki, warga Desa/Kecamatan Arjasa.

Sebelumnya, kebakaran juga terjadi di sejumlah lokasi lain, di antaranya Kecamatan Ajung, Patrang, serta Kecamatan Jelbuk.

Menurut Edy, sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, tungku api di dapur, maupun penggunaan kompor gas elpiji yang kurang aman.

“Memasuki musim kemarau, risiko kebakaran semakin tinggi. Jika sebelumnya kebakaran lebih banyak terjadi pada gudang atau bangunan penyimpanan, maka kini justru kebakaran rumah tinggal menunjukkan peningkatan,” ujarnya.

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Dua Kecelakaan Truk, Satu Pengendara Tewas

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menggunakan sumber api di rumah, baik tungku tradisional maupun kompor gas elpiji.

Selain itu, warga juga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan tidak ada kabel atau sambungan yang longgar yang dapat memicu hubungan arus pendek.

Edy juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan kompor, tungku api, maupun peralatan listrik dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja atau keperluan lainnya.

Menurutnya, sebagian besar kebakaran yang menyebabkan kerusakan berat terjadi saat rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya. (kin/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#risiko kebakaran #BPBD Jember #karhutla #korsleting listrik